'Komandan' DPR yang Dilaporkan Mencatut Nama Jokowi itu Setya Novanto

M Iqbal - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 21:02 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan seorang politikus kuat DPR atas dugaan pencatutan nama Presiden dan Wapres untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia. Siapa politikus kuat itu?

Sudirman melapor ke MKD DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015) sekitar pukul 09.45 WIB pagi tadi. Usai membuat laporan, sekitar setengah jam kemudian, Sudirman memberi keterangan pers.

Sudirman melaporkan nama pencatut, waktu kejadian dan tempat pembicaraan pencatutan nama Presiden dan Wapres oleh si politikus ke MKD DPR. Namun, pagi tadi, Sudirman enggan mengungkap identitas politikus kuat yang dilaporkannya itu.

"Saya melaporkan hal-hal tersebut kepada MKD karena saya percaya pada proses institutional dan konstitusional," ujar Sudirman pagi tadi.

Begitu juga dengan MKD DPR. Wakil Ketua MKD DPR Junimart Girsang (PDIP) dan Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra) yang menerima laporan Sudirman tak mau bicara soal identitas politikus yang dilaporkan.

"Yang pasti anggota DPR dan tidak diragukan lagi dia anggota DPR," ujar Junimart saat ditanya soal identitas politikus yang dilaporkan.

Namun, meski MKD bungkam, pembicaraan soal identitas si terduga pencatut nama sudah ramai di kalangan anggota DPR. Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul bahkan mengarahkan si terduga pencatut nama adalah pimpinan DPR.

"Kita tunggu MKD nanti akan memanggil komandan itu. Ya kalian tahu lah komandan itu. Kalian tahu komandan kami siapa lah," ujar Ruhut.

Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman juga memberi 'kode' serupa. Meski belum ada keterangan resmi soal si terduga pencatut Presiden, namun Benny sudah meminta pimpinan DPR yang memberi penjelasan.

"Karena ini sudah jadi rumor bahwa pimpinan dewan, kalau bisa pimpinan dewan memberikan penjelasan secara terbuka," kata Benny siang tadi.

Tabir soal si terduga pencatut makin jelas setelah pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto dan Wapres Jusuf Kalla.

Usai pertemuan dengan Novanto, JK mengungkap informasi soal adanya pertemuan Setya Novanto dengan pihak PT Freeport. JK tak mengungkap detil informasi soal pertemuan tersebut, namun dia menyebut Novanto bertemu dengan pimpinan PT Freeport tidak dalam kapasitas sebagai Ketua DPR RI.

"Pasti bertemu bukan sebagai ketua DPR, karena tidak ada urusannya itu. Saya tidak tahu secara pribadi gimana tetapi setahu saya tentu tidak ada pertemuan dengan ketua DPR tentang itu," kata JK, siang tadi.

Dari keterangan JK, dalam pertemuan 30 menit itu Novanto mengklarifikasi isu pencatutan nama Presiden dan Wapres. Novanto membantah dirinya mencatut nama Presiden dan Wapres untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia. Namun JK mengaku hanya mendengarkan penjelasan Novanto.

"Saya kan tidak tahu persoalannya, saya menjadi pendengar yang baik," ujar JK.

Akhirnya tabir yang menyelubungi si terduga pencatut terbuka penuh dalam wawancara presenter Metro TV Najwa Shihab dengan Sudirman Said petang ini. Dalam wawancara tersebut, Najwa menunjukkan foto surat laporan Sudirman ke MKD dan menunjukkan nama Setya Novanto sebagai pihak terlapor. Sudirman membenarkan surat tersebut adalah laporan yang dibuatnya.

"Di situ ada kop surat kementerian, ada paraf saya. Saya kira ya ini laporan yang saya bikin," ujar Sudirman membenarkan dirinya melaporkan Setya Novanto sebagai terduga pencatut nama Presiden.

"Di sini disebutkan laporan tidak terpuji saudara Setya Novanto," kata Najwa.

"Saya sebagai Menteri ESDM, hal-hal sebagai berikut melaporkan, ya itu isi laporan saya kepada MKD," ujar Sudirman.

Setya Novanto membantah disebut mencatut nama Presiden Jokowi. Novanto yang hari ini berkali-kali ditanya wartawan soal isu pencatutan nama Presiden dan Wapres bertahan dengan jawabannya, dirinya tak pernah melakukan pencatutan. Pagi hari di DPR, Novanto menegaskan dirinya tak terkait isu tersebut.

"Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tidak pernah untuk bawa-bawa nama presiden atau mencatut nama presiden," kata Novanto di Gedung DPR sebelum memberi pidato pembukaan masa sidang.

Novanto kembali ditanya wartawan usai pertemuan dengan JK sekitar pukul 16.00 WIB. Politikus Golkar ini kembali membantah terlibat pencatutan nama Presiden.

"Tentu apapun yang disampaikan saya sangat menghargai. Mudah-mudahan saya juga tidak melakukan hal-hal yang disampaikan yah," ujar Novanto di kantor wapres sore ini. (tor/ndr)