Massa Pro Laundry Sukabumi Selatan Demo DPRD Jakarta
Kamis, 03 Mar 2005 11:35 WIB
Jakarta - Giliran massa pro laundry di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mendemo DPRD DKI Jakarta di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2005). Mereka tidak setuju terhadap adanya tekanan untuk menutup bisnis laundry.Para pendemo itu jumlahnya sekitar 500 orang. Mereka mendatangi DPRD dengan menumpang 12 Metro Mini. Massa mengenakakan pita kepala bertuliskan 'Algass', nama kelompok mereka. Pendemo mengaku karyawan laundry yang banyak tersebar di Jl Sukabumi Selatan."Kalau laundry ditutup, ke mana kami kerja?" orasi pendemo. "Kalau laundry ditutup, kasih solusi dong," tandas mereka.Akibat aksi ini, lalu lintas dari Jl Kebon Sirih menuju Tugu Tani terhambat. Aparat yang terlihat berjaga adalah Polisi Pamong Praja (Banpol PP). Puluhan pendemo memaksa masuk ke dalam gedung yang pagarnya ditutup rapat dengan berteriak,"Masuk! Masuuuk!". Tapi hanya 10 perwakilan yang diizinkan masuk untuk menemui wakil rakyat. Hingga pukul 11.35 WIB, aksi itu masih berlangsung.Sekadar diketahui, di Sukabumi Selatan terdapat 51 usaha laundry, dan semuanya tidak mengantongi izin. Selain tidak berizin, mereka juga membuang limbah sembarangan yang mencemari sungai, dan menimbulkan keretakan di rumah warga akibat getaran yang sangat kuat. Meski tidak berizin, namun keberadaan usaha laundry ini sudah puluhan tahun.Warga yang merasa dirugikan atas keberadaan usaha pencucian celana jins itu melakukan protes. Bahkan mereka berdemo dan minta Pemprov DKI menutup usaha laundry yang dinilai mencemarkan lingkungan.Namun dalam penjelasannya kepada Komisi B DPRD DKI beberapa waktu lalu, wakil ketua Asosiasi Pengusaha laundry mengakui, mereka memberikan setoran rutin kepada oknum aparat untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
(nrl/)











































