Yang berkunjung ke Setulang adalah Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar. Karena terhambat jadwal pesawat, Marwan datang agak terlambat, Senin (16/11/2015). Namun ratusan warga, baik orang dewasa maupun anak-anak, tetap antusias menunggu.
Sekitar pukul 18. 05 Wita, Marwan, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, dan rombongan tiba di desa yang terletak di pinggiran kota Malinau itu. Ia didampingi Bupati Malinau Yansen Tipa Pandan. Rombongan disambut tarian dan prosesi tradisional di depan wisma adat, rumah panggung dengan ukiran khas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan Marwan disambut meriah di lokasi (Triono/detikcom) |
Sidarto juga mendapatkan gelar. Hanya saja nama gelarnya beda. Mantan ketua MPR itu mendapatkan gelar 'kule'. Pemberian gelar ditandai dengan penyematan mahkota dan pakaian adat.
Tak hanya Marwan, Sidarto juga mendapatkan gelar (Triono/detikcom) |
Sementara Sidartoย berharap bisa mengajak Presiden Jokowi di waktu mendatang. Menurut dia, perbatasan merupakan garda depan Indonesia, sehingga harus dikembangkan.
Marwan dijadwalkan berada di Malinau selama 2 hari. Ia akan bicara dalam seminar 'Dari Desa Membangun Indonesia' dan berdialg dengan warga desa.
Malinau adalah salah satu kabupaten di ujung utara pulau Kalimantan. Daerahnya mencakup 52 persen wilayah provinsi Kaltara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Di sini, ada beragam suku dayak.
Desa wisata Setulang sendiri didominasi suku dayak Kenyah. Mereka hidup berdampingan dayak lain dan suku-suku lainnya. Hari ini, warga bahagia karena seorang menteri datang. Meski singkat, bagi mereka, kunjungan itu sangat bermakna. (try/hri)











































Kedatangan Marwan disambut meriah di lokasi (Triono/detikcom)
Tak hanya Marwan, Sidarto juga mendapatkan gelar (Triono/detikcom)