Pengusaha yang Bareng Anggota DPR Catut Nama Jokowi Adalah Pengusaha Minyak

Pengusaha yang Bareng Anggota DPR Catut Nama Jokowi Adalah Pengusaha Minyak

M Iqbal - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 16:47 WIB
Pengusaha yang Bareng Anggota DPR Catut Nama Jokowi Adalah Pengusaha Minyak
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang memberi informasi mengenai transkrip rekaman anggota DPR yang mencatut nama Presiden dan Wapres JK untuk meminta jatah saham. Tak hanya anggota DPR ada juga pengusaha minyak yang ikut menemani.

"Ada beberapa orang dalam percakapan tersebut termasuk salah seorang pengusaha yang cukup terkenal di Indonesia," jelas Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Menurut Junimart, Sudirman menyerahkan tiga halaman transkrip rekaman. Isinya tentang diskusi tiga orang, yakni petinggi Freeport, anggota DPR dan pengusaha tadi. Namun dia masih menutup rapat-rapat nama mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukti tadi diserahkan transkrip percakapan dan saya minta diberikan juga bukti rekaman yang konkret orisinil, biar kami lakukan telaah hasil rekaman tersebut. Beliau akan serahkan bukti rekaman itu," ucap Junimart.

Junimart memaparkan ada dua hal yang dilaporkan Sudirman ke MKD. Pertama, perbuatan mencatut nama Presiden dan Wapres untuk menjanjikan kelanjutan kontrak PT Freeport dengan meminta saham 20 persen yang disebut untuk RI-1 dan RI-2. Kedua, meminta PT Freeport investasi di proyek pembangunan PLTA di Urumuka, Papua, dengan meminta saham yang disebut Sudirman sebesar 49 persen. Kedua hal itu terekam dan transkripnya sudah diserahkan ke MKD.

"Beliau siap dipanggil MKD dan beliau sebut beberapa orang dalam percakapan tersebut, termasuk salah seorang pengusaha yang cukup terkenal di Indonesia," ujar politikus PDIP itu.

Siapa pengusaha tersebut? Dipastikan dia adalah pengusaha migas yang berkepentingan dengan Freeport. Namanya juga cukup terkenal, seperti yang dikatakan Junimart. Belakangan, dia pernah disebut-sebut sebagai mafia migas.ย 

Sudirman bercerita, pengusaha dan anggota DPR tersebut tiga kali meminta bertemu dengan petinggi Freeport. ย Dari pertemuan pertama dan kedua, pimpinan PT Freeport menilai arah pembicaraan mengarah pada keinginan anggota DPR meminta saham kepada Freeport yang dikaitkan dengan janji memperpanjang kontrak PT Freeport yang berakhir 2021.

Maka pada pertemuan ketiga hari Senin, 8 Juni 2015 pukul 14.00-16.00 WIB di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta, pertemuan tersebut direkam lalu dilaporkan pimpinan PT Freeport kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

"Anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PT Freeport, dan meminta agar PT Freeport memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ucap Sudirman soal isi pertemuan ketiga itu.

"Keterangan tersebut saya peroleh dari pimpinan PT Freeport Indonesia," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul merasa sudah tahu sosok pencatut nama Presiden yang dilaporkan Sudirman Said. Dia menyebut si politikus dengan istilah 'komandan'.

"Kita tunggu MKD nanti akan memanggil komandan itu. Ya kalian tahulah komandan itu. Kalian tahu komandan kami siapalah," ujar Ruhut. Namun belum jelas siapa komandan yang dimaksud Ruhut.

Komandan itu diduga kuat mengarah ke Setya Novanto. Terlebih lagi di saat bersamaan, dia menemui Wapres Jusuf Kalla untuk membicarakan hal tersebut. Dia menyampaikan klarifikasi isu pencatut nama Jokowi dan JK.

"Ya, saya harus menyampaikan karena saya tidak pernah menggunakan masalah-masalah ini untuk kepentingan yang lebih jauh," ujar Setya Novanto di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

"Jadi saya nggak pernah membawa nama-nama presiden atau wapres," sambungnya.

Dirinya menyebut memiliki hubungan baik dengan Jokowi dan JK, termasuk dalam kerja membangun Indoensia.

"Yang jelas kami tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak baik untuk kepentingan beliau berdua (presiden dan wapres)," kata Setya Novanto. (bal/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads