Kejadian itu terjadi pada Senin 16 November 2015 pukul 09.00 WIB di lantai 3 kontrakan milik Ketua RT 05/07, Taryono, di Jl. H. Somad No.18 Kel. Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Awalnya anak majikan Eva bernama Wahyu memanggil korban untuk sarapan bubur namun tidak mendapat tanggapan.
Wahyu lalu mengetuk pintu kamar korban yang kemudian tidak ditanggapi lagi. Akhirnya ia membuka pintu kamar dan menemukan korban gantung diri dengan tali tambang plastik yang diikatkan pada kayu loteng setingginya sekitar 2 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang kondisinya ada luka bekas tambang, tidak ada bekas tanda-tanda penganiayaan," ujar Kapolsek Setiabudi Kompol Tri Yulianto saat dikonfirmasi detikcom pukul 14.30 WIB, Senin 16/11/2015).
Korban bekerja di rumah majikannya baru 2 bulan. Eva diduga meninggal karena putus cinta setelah polisi menemukan sms terakhir yang dikirim korban pada pukul 07.00 WIB untuk mengakhiri hidupnya.
"Sementara kita menyimpulkan bunuh diri karena masalah pribadi, yaitu putus cinta karena sms yang dikirimkan, tapi saat ini kami masih dilakukan penyelidikan," ucap Tri.
Kepolisian akan memeriksa saksi-saksi, orang-orang dekat korban, serta tubuh korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara mayat Eva yang lahir di Kebumen pada 12 Januari tahun 1999 tersebut masih di berada di RSCM untuk diautopsi. (slm/nrl)











































