Pantauan detikcom, Senin (16/11/2015) siang, karena penutupan ini, para pejalan kaki tidak bisa naik JPO dari sisi barat atau depan Hotel Sultan, sebagian akhirnya memilih menyeberang Jl Sudirman, jalan raya yang selalu ramai kendaraan. Di depan pintu masuk JPO terdapat tulisan "Mohon maaf JPO di sisi barat sementara ditutup".
|
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom |
Meli, warga Bekasi, tak tahu jika JPO ditutup. Meli yang baru pertama kali lewat JPO ini mengaku takut saat harus turun menggunakan tangga kayu.
"Kalau ada jalan lain saya milih jalan lain. Baru pertama kali ini lewat sini. Ngeri, kalau nggak ada tangganya mending balik lagi," kata dia.
"Kalau orang dari sana (halte) ke sini (GBK) nyeberang jalan raya boleh nggak? Atau ada jalan alternatif yang aman, soalnya kalau nyeberang juga serem," tambahnya.
Suharjo (40) tukang ojek yang biasa mangkal di dekat halte mengatakan banyak warga yang tetap lewat JPO atau nekat menyeberang di jalan raya pada saat jam pulang kerja. Meski berbahaya mereka terpaksa memilih menyeberang di jalan protokol itu.
"Ya ngeri kadang kalau yang pulang kantor pada nyeberang di jalan raya. Kemarin Jumat hujan itu bahkan ada yang mau diseruduk motor, malah pengemudi motornya yang jatuh," ucap Suharjo.
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom |
Tanah ambles di sekitar JPO sudah mulai terlihat sejak bulan lalu. Namun mencapai puncaknya saat hujan deras pada Sabtu (7/11) malam. Rabu (11/11) Dishubtrans DKI menutup JPO di sisi barat karena tengah dilakukan perbaikan. Seluruh aktivitas penyeberangan dilakukan melalui sisi timur (Polda Metro Jaya). Tapi halte busway Polda Metro tetap berfungsi.
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom |











































Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom