Kapal KM Wihan Sejahtera Pernah Miring Sebelum Tenggelam Hari Ini

Kapal KM Wihan Sejahtera Pernah Miring Sebelum Tenggelam Hari Ini

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 14:19 WIB
Kapal KM Wihan Sejahtera Pernah Miring Sebelum Tenggelam Hari Ini
Foto: Adam Yuliyanto
Surabaya - Sebelum tenggelam, kapal penumpang KM Wihan Sejahtera juga pernah mengalami miring atau nyaris terguling pada beberapa hari lalu. Namun, kapal tidak sempat tenggelam.

Hal ini diungkapkan salah satu awak kapal, Imam Sugiarto (35). "Ini kedua kali kapal miring. Sebelumnya beberapa hari lalu di Selat Madura. Juga sama saat berangkat," katanya kepada detikcom di IGD Rumah Sakit PHC Surabaya, Senin (16/11/2015).

Setelah diketahui miring, kata warga Srono, Banyuwangi, kapten memutuskan kembali ke Surabaya untuk bongkar muatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kembali, muatan dibongkar lalu dikurangi dan berangkat lagi serta selamat sampai Pelabuhan Ende," imbuhnya.

Imam juga mengaku heran terhadap kapal yang belum genap sebulan umurnya. "Kalau sekarang, berangkatnya normal. Kalau miring kan tidak boleh berangkat sama syahbandar. Makanya saya heran kenapa bisa sampai dua kali, yang pertama selamat. Tapi kedua sekarang tidak," lanjut Imam.

Kapal yang dikelola PT Trimitra Samudra ini, lanjut Imam masih dalam tahap pelayaran perdana karena usianya masih belum genap sebulan. "Pelayaran perdana dari Ende. Kalau sekarang berhasil berlayar, sudah 4 kali pulang-pergi," pungkas dia.

Kapal jenis Rool On-Roll Off (RoRo) ini tenggelam di perairan sekitar Terminal Teluk Lamong. Dikatakan salah satu awak kapal yang bekerja di dapur, kemiringan diduga akibat kapal kandas dan diperparah dengan dangkalnya perairan yang menyebabkan kapal tenggelam.

"Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB. Awalnya kandas terus kedalaman kurang akhirnya sedikit demi sedikit miring, akhirnya para ABK mengumumkan lewat pengeras suara agar semua penumpang menggunakan life jacket," kata Pembantu koki KM Wilan Sejahtera, Imam Sugiarto saat ditemui detikcom di IGD RS PHC Surabaya.



Pria asal Srono, Banyuwangi ini memperkirakan miringnya kapal bukan karena menabrak benda. "Saya kira bukan nabarak pasti terasa, mungkin bocor, tapi tidak tahu juga," ujar dia.

Ia menceritakan, usai ada pengumuman menggunakan life jacket situasi kepanikan seluruh kapal teruatama penumpang terjadi. "Para penumpang pada panik, kapal miring sedikit demi sedikit. Saat itu saya di dapur sedang masak. Setengah matang. Orang teriak teriak, saya keluar cari life jacket, lalu saya turun. Banyak yang loncat," tuturnya sambil memegang tangannya yang masih gemetar akibat kejadian yang pertama kali dialaminya.

Pria 35 tahun yang baru bekerja 2 bulan di KM Wilan Sejahtera ini juga mengakui saat kejadian para awak kapal tidak sempat menurunkan kapal sekoci untuk evakuasi penumpang. "Ada sekoci tapi tidak sempat diturunkan karena kejadiannya sangat cepat," imbuhnya.

(ze/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads