Kadishub DKI: Mencurigakan, Traffic Light di Sejumlah Titik Mati Berurutan

Kadishub DKI: Mencurigakan, Traffic Light di Sejumlah Titik Mati Berurutan

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 14:05 WIB
Kadishub DKI: Mencurigakan, Traffic Light di Sejumlah Titik Mati Berurutan
Ilustrasi (Foto: Rizky/pasangmata.com)
Jakarta - Kadis Perhubungan dan Transportasi DKI Andri Yansyah heran dengan ada informasi sejumlah traffic light di sejumlah titik mati. Andri curiga ada permainan dengan matinya TL secara bersamaan di sejumlah titik.

"Saya juga bingung kok traffic light sampai beberapa jalur gitu mati. Tapi kami sudah mendata, traffic light yang dilihat mencurigakan karena matinya berurutan," ujar Andri di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

Andri pun sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian setempat. Sebab apabila itu tidak segera diperbaiki bisa berakibat fatal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melaporkan hal ini kepada polres juga melakukan perbaikan karena takutnya ada 'keisengan' yang dilakukan oknum di traffic light," sambungnya.

Andri menjelaskan dirinya juga sudah mendapat arahan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dalam rapat pimpunan hari ini. "Saya diarahkan oleh Pak Gubernur, disuruh laporkan saja kepada polres untuk menindaklanjuti. Memang ini agak sulit karena jika pas banjir, traffic light mati. Otomatis nunggu kering dulu," kata Andri.

"Untuk pencegahannya kita sudah laporkan mana saja traffic light yang mati," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelum ini, air setinggi 40-60 centimeter di Jalan Raya Bogor tepatnya pertigaan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur pagi tadi. Informasi dari kontributor pasangmata.com bernama Yosep Tendean, air meluap sejak pukul 02.15 WIB.

Hingga pukul 03.15 WIB, genangan air masih terjadi di pertigaan Hek, Kramat Jati. Traffic light pun belum berfungsi. Genangan air setinggi 30-60 cm juga terjadi di depan Pasar Induk Kramat Jati.

Ahok juga mengatakan tanggul itu tidak jebol tetapi memang sengaja dibuka agar air tidak melewati tanggul. Oleh karena itu dia perintahkan Wali Kota Jakarta Timur untuk membuka pintu air agar tanggul tidak jebol.

(aws/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads