Polisi Investigasi Kericuhan TNI-Polri di Sumsel

Polisi Investigasi Kericuhan TNI-Polri di Sumsel

Idham Kholid - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 13:57 WIB
Polisi Investigasi Kericuhan TNI-Polri di Sumsel
Foto: Sunarto
Jakarta - Jajaran Polda Sumatera Selatan melakukan investigasi kasus kericuhan antara anggota Polri dan TNI di Muara Enim, Sumatera Selatan. Sejumlah anggota Polres Muara Enim dan Polres Linggau diperiksa untuk memastikan ada tidaknya kesalahan anggota dalam menjalankan tugas.

"Investigasi untuk memastikan pelaksanaan tugas anggota di lapangan apakah menyalahi aturan atau tidak," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Djarod Padavoka saat dihubungi, Senin (16/11/2015).

Djarod menambahkan, pemeriksaan terhadap sejumlah anggota itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polda dan Mabes Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim dari Paminal Polda Sumsel maupun Propam Mabes Polri dan Tim Itwasum Mabes Polri telah berada di Polda untuk lakukan investigasi terhadap pelaksanaan tugas anggota (Polres Muara Enim dan Polres Lubuk Linggau) di lokasi (penembakan)," ujar Djarod.

Djarod memastikan tidak ada anggota TNI yang tewas dalam kejadian tersebut. Menurutnya, kabar tewas itu dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

"Itu kabar yang justru memprovokasi. Tidak ada yang meninggal," tegasnya.

Dua anggota TNI yang mengalami luka dalam insiden yang terjadi pada Jumat (13/11) malam. Saat itu tim reserse Polres Muara Enim bergerak melakukan pengejaran atas laporan adanya penculikan.

"Kronologi berawal adanya laporan warga Muara Enim, keluarganya ada yang diculik, sehingga tim buser Polres Muara Enim melakukan pengejaran," jelas Djarod.

Sesampainya di Kota Lubuklinggau, saat akan dilakukan tindakan kepolisian, terdengar tembakan sehingga tim Buser dibantu anggota Polres Lubuk Linggau berhasil melumpuhkan dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan pertama.

"Di RS diduga ada kesalahpahaman mis komunikasi, namun dapat segera diatasi, situasi kondusif," urai Djarod. (idh/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads