"Lemes. Ya nggak nyangka malah anak ibu yang jadi korban. Pertama kali tahu dari tetangga. Terus Pak Madi, Sekretaris RT datang ke rumah memberi tahu," kata Rusdah di UGD RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin (16/11/2015).
Rumah Rusdah hanya sekitar 200 meter dari kantor Maulana. Dia merasakan ada ledakan granat saat sedang salat malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi dia lagi main HP sambil tiduran," tutur warga Jalan Madrasah 2, Kampung Cilungup, Duren Sawit, Jakarta Timur, ini.
Rusdah menambahkan, Maulana memiliki satu anak yang bernama Seftiana Safitri. Seftiana duduk di kelas 7.
Maulana rencananya akan dioperasi akibat terkena serpihan kaca di dada. Namun selain dada dia juga mengeluh sakit di perut.
Apakah sakitnya itu karena ada pecahan kaca? Belum ada pihak terkait untuk memastikan itu.
Rusdah menyebutkan, terakhir kondisi Maulana mengeluh sakit di bagian perut.
"Pas rontgen dada karena di perut masih sakit, dirontgen lagi di bagian perut," ujar Rusdah.
Ledakan granat di Multipiranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur, terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tadi. Maulana terkena luka di dada, tangan kanan dan kaki kiri. Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Faroq menegaskan peristiwa ini bukan ulah teroris. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian juga mengatakan motif ledakan diduga karena urusan pribadi.
(nwy/nrl)











































