Mensos Khofifah Ajak Siswa LPDP Hormati Pahlawan

Mensos Khofifah Ajak Siswa LPDP Hormati Pahlawan

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 12:27 WIB
Mensos Khofifah Ajak Siswa LPDP Hormati Pahlawan
Foto: Mulya Nurbilkis/detikcom
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengadakan upacara tabur bunga bersama penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata. Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan cinta tanah air dari para siswa yang akan melanjutkan sekolah ke luar negeri itu.

"Kami berharap saat mereka selesai mendapatkn ilmu di luar, saat mereka kembali ke sini akan ada tekad membangun negeri agar memberikan kontribusi dari berbagai keilmuan mereka," kata Khofifah usai acara di TMPNU, Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2015).

Khofifah yang mengenakan kemeja putih dan celanaย  panjang hitam ini nampak berbaur dengan peserta LPDP yang mengikuti upacara. Sebelum menabur bunga, Khofifah mengajak mereka melakukan penghormatan untuk para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah proses penghormatan, Khofifah dan 122 orang peserta LPDP lalu berjalan menuju makam Ahmad Yani dan melakukan tabur bunga bersama-sama.

"Tak lupa kita membaca Al-Fatihah untuk beliau sempoa amal jariyahnya tetap kekal," ucap Khofifah memimpin doa.

Selain Ahmad Yani, Khofifah juga menabur bunga di makam Ainun Habibie. Setelah itu, ia memberikan pengarahan pada para peserta LPDP yang akan melanjutkan S2 dan S3-nya di luar negeri.

Ia mengatakan selalu menyambut tamu di kementeriannya di TMPNU. Ia ingin semangat perjuangan para pahlawan bisa mengalir pada orang-orang yang datang memberi doa.

Khusus untuk para calon pelajar ini, ia berharap setelah menyelesaikan studi di luar negeri, mereka akan kembali ke Indonesia dan membangun negeri.

"Mereka akan mencintai bangsanya dengan tidak mengenal posisi. Di mana pun mereka berada, akan mengabdikan keilmuannya yang sudah didapatkan dari berbagai world class university. Saat mereka kembali ke negerinya, mereka akan mendedikasikan keilmuannya," pungkasnya.

(mnb/dnu)


Berita Terkait