Tuntut AS Minta Maaf, Korut Ancam Lakukan Uji Coba Rudal
Kamis, 03 Mar 2005 10:59 WIB
Jakarta -
Pemerintah Korea Utara (Korut) menuntut Amerika Serikat untuk minta maaf karena telah menyebut negeri itu sebagai "pelopor tirani". Korut bahkan mengancam akan melanjutkan uji coba rudal jangka panjang yang dimilikinya.Pada 10 Februari lalu, Korut mengumumkan bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir. Negeri komunis itu juga menyatakan mundur dari negosiasi enam negara mengenai nuklir Korut. Saat itu, Korut menyebut bahwa langkah itu diambil sehubungan dengan statemen yang dilontarkan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice yang menyebut Korut sebagai "pelopor tirani."Menurut Pyongyang, pernyataan Rice itu merupakan bukti bahwa Washington belum juga menghentikan kebijakan "bermusuhan" terhadap Korut. "AS harus meminta maaf atas komentarnya itu dan mencabutnya, menarik kebijakan bermusuhannya yang diarahkan ke perubahan rezim di DPRK dan mengklarifikasi kesediaan politiknya untuk hidup berdampingan dengan DPRK secara damai dan memperlihatkannya dalam perbuatan." Demikian Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah memorandum, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNAAssociated Press, Kamis (3/3/2005).DPRK adalah nama resmi Korut yang merupakan kepanjangan dari Democratic People's Republic of Korea.Akan tetapi, Korut tetap membuka peluang untuk kembali ikut serta dalam perundingan nuklir jika AS setuju untuk hidup berdampingan dengan negara Asia itu. Dalam memorandum tersebut, Korut akan "mengikuti perundingan kapan saja jika AS mengambil sikap tulus yang bisa dipercaya dan bergerak untuk menyediakan kondisi dan justifikasi guna dilanjutkannya pembicaraan enam negara."
(ita/)










































