"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi. Kami harap keluarga diberi ketabahan," ujar Kurnia dalam sambutannya, Minggu (15/11/2015).
Usai serah terima, jenazah langsung dibawa ke kampung halaman menggunakan ambulans dengan dikawal ketat mobil patroli polisi dan polisi militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada tanda-tanda atau isyarat sedikit pun, pesan terakhirnya supaya saya cantik-cantik. Cuma tadi pagi anak saya mimpi bapaknya datang sambil melambaikan tangan," tutur Irmayani pada wartawan di bandara Makassar.
Seperti diberitakan sebelumnya, konvoi kendaraan TNI dari satuan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) 433/JS mengalami kecelakaan di Kabupaten Poso Minggu kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (15/11) yang menyebabkan 5 anggota Kostrad meninggal dunia.
Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Kolonel I Made Sutia menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.
"Penyebabnya karena mobil tergelincir. Yang meninggal 5 orang dan yang luka-luka dirawat di RS Bhayangkara Palu," ujar dia.
Total korban berjumlah 23 orang, termasuk yang luka-luka. Nama-nama korban yang meninggal yakni Praka Makmur, Serda Junaedi, Pratu Ahmad Darman, Praka Sulaiman dan Praka Muktar. Sementara 18 orang lainnya yang mengalami luka-luka dibawa ke rumah sakit.
Informasi yang dihimpun detikcom, Praka Sulaiman akan dimakamkan di Desa Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Praka Mukhtar akan dimakamkan di Kecamatan Tompobulu, Bantaeng. Praka Mukhtar akan dimakamkan di Maros, lalu Praka Ahmad Darman akan dimakamkan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara dan Serda Junaidi dimakamkan di Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng, Kabupaten Takalar. (mna/bag)











































