"Setiap negara patut memberikan komitmennya guna memastikan pertemuan COP 21 berlangsung dengan sukses," ujar Jokowi saat Working Lunch para Kepala Negara G-20 di Antalya, Turki, Minggu (15/11/2015).
Presiden Jokowi dalam rangkaian acara KTT G20 di Turki (dok. Setpres) |
Acara COP21 ini sendiri rencananya akan digelar pada 30 November-11 Desember 2015 di Paris, Prancis. Kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan tentang perubahan iklim yang bersifat berkelanjutan dan adil.
"Sebagai negara berkembang, Indonesia telah melakukan aksi nyata dengan menegaskan komitmen pengurangan emisi sebagaimana tercantum pada Intended National Determined Contribution (INDC). Komitmen yang diberikan oleh Indonesia adalah mengurangi emisi 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030 dan 41 persen dengan bantuan internasional," jelas Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana KTT G20 di Turki (dok. Setpres) |
Dalam sesi Working Lunch on Development and Climate Change ini, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya negara maju untuk memobilisasi bantuan bagi negara berkembang sebesar USD 100 milyar pada tahun 2020 untuk mengatasi perubahan iklim. Jokowi juga mengajak semua kepala negara memberikan dukungan politis kepada negosiator agar kesepakatan pada COP21 bisa dicapai tepat waktu dan bisa diimplementasikan.
"Prinsip Common but Differentiated Responsibility (CBDR) sekaligus Respective Capabilities juga harus dihormati dalam perjanjian perubahan iklim yang akan disepakati di Paris nantinya," kata Jokowi. (rjo/bag)












































Presiden Jokowi dalam rangkaian acara KTT G20 di Turki (dok. Setpres)
Suasana KTT G20 di Turki (dok. Setpres)