"Tadi ribut di sini, beberapa orang gebrak-gebrak meja, ribut sama petugas," ujar Rifqi salah seorang penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Solo kepada detikcom, Minggu (15/11/2015) pukul 18.07 WIB.
Dia menuturkan, keributan terjadi pukul 16.45 WIB selama setengah jam. Penumpang kesal karena diberitahu hingga 3 kali oleh petugas tentang pesawat delay dengan alasan yang berbeda-beda. "Keributan sempat terjadi di terminal 3 gate 1 karena petugas memberikan keterangan yang berubah-ubah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifqi mengatakan saking kesalnya seorang penumpang sempat mengancam akan menyandera petugas Lion Air apabila penumpang tidak segera diberangkatkan. Keributan baru berhenti setelah tiga orang Provost dari Angkatan Udara datang untuk berjaga di gate 1.
"Hari ini setahu saya ada beberapa penerbangan yang di-delay. Tadi ke Denpasar satu penerbangan, ke Yogya dua penerbangan, ke Solo dua penerbangan dan satu penerbangan ke Semarang," jelas Rifqi. Rifqi dkk akhirnya dipersilakan naik ke pesawat sekitar pukul 18.00 WIB.
Laporan delay juga disampaikan oleh Dika. Dia menuturkan pada pukul 17.18 WIB terjadi debat mulut antara penumpang Lion Air JT 345 dari Palembang tujuan Jakarta di Bandara Mahmud Bararuddin II Palembang. Pesawat seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB namun hingga pukul 17.00 WIB belum juga berangkat. Â
"Pada pukul 17.50 akhirnya penumpang dinaikkan ke pesawat yang baru mendarat," kata Dika yang saat dihubungi detikcom sedang antre masuk pesawat tersebut.
Â
Saat Dika antre masuk pesawat, dia juga melihat penumpang pesawat JT 347 yang seharusnya berangkat pukul 16.00 WIB, belum juga diberangkatkan.
detikcom telah mencoba mengkonfirmasi ke pejabat Lion Air yaitu Andy Saladin dan Edward Sirait terkait delay pesawat tersebut namun keduanya tidak mengangkat telepon.
(nrl/nrl)










































