Dalam pertemuan ini, kader muda Golkar yang ikut antara lainย Ace Hasan Syadzily, Lamhot Sinaga, Andi Sinulingga, Sirajudin Wahab, Mirwan B.Z Vauly, dan Muhammad Ichsan. Mereka ingin ngobrol dengan Abdul Latief terkait harapan rekonsiliasi sebagai penyelesaian konflik Golkar. Satu per satu dari kader muda ini mengutarakan uneg-unegnya kepada Latief.
"Kami ingin apapun caranya untuk membuat langkah-langkah untuk mengakhiri konflik. Agar semua bisa bahagia," kata Ace Hasan mengawali perbincangan dengan Abdul Latief di Kopi Tiam Dapur Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (15/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Curhat kami ke Pak Abdul Latief inginnya sama. Harapan sudah membesar agar ini bisa rekonsiliasi," sebut eks Anggota DPR itu.
Adapun Mirwan mengatakan Golkar dinilainya menjadi partai Soko guru di Indonesia pada 2004. Acuannya 'lulusan' Golkar bisa membuat dan melahirkan partai baru. Namun, ia tak ingin dari konflik sekarang berujung lahir partai baru.
"Di Golkar ada semua, cendekiawan sampai pebisnis. Tahun 2004 saya meyakini bahwa di Indonesia, Golkar adalah parpol soko guru semua partai. 'Lulusan' Golkar semua mendirikan partai," tuturnya.
Sementara, Latief sendiri menanggapi positif upaya yang dilakukan para kader muda. Ia berharap upaya yang dilakukan Ace Hasan dan kawan-kawan ini bisa berbuah positif terhadap membantu tahapan rekonsiliasi Partai Golkar.
Kemudian, Latief menyarankan agar kader muda Golkar bersatu dari kepengurusan pusat sampai daerah untuk mempersatukan pemikiran tentang masa depan Golkar.
"Kader muda Golkar saya pikir langkah ini, saya sambut sekali. Tidak hanya baik tapi sangat mulia. Saya gembira adik-adik saya mengambil inisiatif dan ini mulia. Saya coba anjurkan semua anak-anak muda bersatu, pusat dan daerah berkumpul bersama-sama mempersatukan pemikirannya tentang masa depan Golkar. Kalianlah yang punya kepentingan untuk Golkar, yang punya politik bangsa yang benar ke depan," sebut Latief.
(hty/bag)










































