"Saya mengacu pada banyak survei, banyak menteri melakukan banyak tindakan kontradiktif. Saya kira penting dan cukup untuk dievaluasi, momennya pun pas karena sudah setahun kepengurusan dari menteri tersebut," kata Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani, mengungkap perlunya dilakukan reshuffle kabinet jilid 2.
Dia menyatakan itu kepada wartawan sebelum diskusi tentang Reshuffle Kabinet Jilid II di Setara Institute for Democracy and Peace, Jl. Danau Gelinggang Blok C-III No.62 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (15/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, Ismail memprediksi menteri yang membuat kegaduhan politik bakal digeser atau diganti. Salah satunya Menteri BUMN Rini Soemarno yang juga disindir Sidarto membebani pemerintah.
"Itu hak prerogatif Presiden, menteri itu jabatan politik dan perlu dukungan politik. Saya kira dengan kegaduhan waktu kebijakan penyertaan modal negara kemarin, saya kira dia akan diganti. Kalaupun bila digeser mungkin Bu Rini akan digeser ke kementerian yang tidak terlalu diminati," katanya.
Dia menilai kinerja Rini Soemarno kurang bagus. "Upaya restrukturisasi terhadap BUMN tidak dilakukan Bu Rini. Bu Rini dianggap tidak mampu membangun sinergi atau gagal berkoordinasi antar kementerian. Contoh penolakan terhadap tidak transparan pembelian pesawat Garuda," pungkasnya.
(van/nrl)











































