Setara Institute: Jokowi Perlu Lakukan Reshuffle Kabinet

Setara Institute: Jokowi Perlu Lakukan Reshuffle Kabinet

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Minggu, 15 Nov 2015 16:14 WIB
Setara Institute: Jokowi Perlu Lakukan Reshuffle Kabinet
Foto: setara
Jakarta - Setara Institute menggelar diskusi tentang reshuffle kabinet jilid II. Dalam perkiraan Setara Institute, Menteri BUMN Rini Soemarno yang belakangan digoyang oleh parpol pendukung pemerintah maupun KMP bakal kehilangan posisinya. Benarkah?

"Saya mengacu pada banyak survei, banyak menteri melakukan banyak tindakan kontradiktif. Saya kira penting dan cukup untuk dievaluasi, momennya pun pas karena sudah setahun kepengurusan dari menteri tersebut," kata Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani, mengungkap perlunya dilakukan reshuffle kabinet jilid 2.

Dia menyatakan itu kepada wartawan sebelum diskusi tentang Reshuffle Kabinet Jilid II di Setara Institute for Democracy and Peace, Jl. Danau Gelinggang Blok C-III No.62 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (15/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandangan Setara Institute tak jauh beda dengan yang disampaikan Wantimpres. Salah satu anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto, bahkan menyindir adanya menteri yang membebani Presiden dan beban itu perlu segera dilepaskan.

Yang menarik, Ismail memprediksi menteri yang membuat kegaduhan politik bakal digeser atau diganti. Salah satunya Menteri BUMN Rini Soemarno yang juga disindir Sidarto membebani pemerintah.

"Itu hak prerogatif Presiden, menteri itu jabatan politik dan perlu dukungan politik. Saya kira dengan kegaduhan waktu kebijakan penyertaan modal negara kemarin, saya kira dia akan diganti. Kalaupun bila digeser mungkin Bu Rini akan digeser ke kementerian yang tidak terlalu diminati," katanya.

Dia menilai kinerja Rini Soemarno kurang bagus. "Upaya restrukturisasi terhadap BUMN tidak dilakukan Bu Rini. Bu Rini dianggap tidak mampu membangun sinergi atau gagal berkoordinasi antar kementerian. Contoh penolakan terhadap tidak transparan pembelian pesawat Garuda," pungkasnya.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads