Kisah Petugas Pembersih Sungai di Jakarta yang Kerja Keras Angkut Sampah

Kisah Petugas Pembersih Sungai di Jakarta yang Kerja Keras Angkut Sampah

Jabbar Ramdhani, - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 17:42 WIB
Kisah Petugas Pembersih Sungai di Jakarta yang Kerja Keras Angkut Sampah
Foto: Jabar
Jakarta - Awal minggu lalu sampah sempat menutup seluruh permukaan air Kali Utan Kayu. Jumlah sampahnya tidak tanggung-tanggung, 50 kubik. Biasanya, sampah yang terkumpul cuma sebanyak 7 kubik.

Ifan, pekerja dinas kebersihan DKI kaget dengan jumlah sebanyak itu. Dia bersama temannya segera melakukan pembersihan. Budaya buang sampah ke kali yang tak pantas dilakukan masih terjadi.

"Baru kali ini sampah bisa sebanyak itu. Saya kurang tahu apa penyebab utamanya. Mungkin karena hujan besar pertama," ujar dia, Sabtu (14/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hujan tadi malam (Jumat) sudah tidak terlalu banyak sampahnya di kali (Utan Kayu)," tutur Ifan. Dia bercerita sampah yang dikumpulkan pagi tadi sebanyak dua truk dan satu mobil bak terbuka.

Ketika ia dan pekerja lain sedang membersihkan, aneka sampah ada di kali mulai dari kasur sampai batang kayu besar. Namun kini kondisi Kali Utan Kayu dan Kali Item sudah bersih dari sampah.

Ifan juga bercerita, urusan sampah di kali ini juga bisa membuat tegang para petugas kebersihan. Seperti pagi tadi sempat hampir terjadi cekcok antara pekerja di Pintu Air Utan Kayu dengan pekerja lain dari wilayah Jakarta Utara. Tapi persoalan itu selesai setelah para pekerja Pintu Air Utan Kayu memberikan penjelasan.

"Pekerja yang dari utara sempat mengira orang di Pintu Air ini membuka pintu. Jadi di utara ada sampah. Padahal penyebabnya hujan deras semalam," jelas Ifan.

Untuk menghadapi persoalan semacam ini biasanya Ifan mengajak pihak lain untuk mediasi di Dinas Kebersihan DKI. Ia tak ingin ada cekcok. "Kita kan satu profesi, mestinya kita bisa saling menghormati," ucap Ifan bijak.

Ifan mengaku untuk menghadapi musim hujan, pekerja kebersihan saluran air membutuhkan alat tambahan. "Di sini memang ada katrol dan alat bantu tapi kondisinya tidak prima," kata Ifan.

Dia mengharapkan adanya mekanik yang membetulkan alat tersebut. "Soalnya di pintu air sini pertemuan dua kali. Kalau lagi banjir atau sampah yang banyak, tenaga orang kurang. Apalagi kalo banjir, pekerja gak bisa turun ke kali. Bisa-bisa keseret arus," jelasnya.

Total pekerja dinas kebersihan di Pintu Air Utan Kayu ada 25 orang. Sistem bagi kerjanya dengan shift. Meski begitu kalau sampah sedang banyak, semua pekerja bisa turun membersihkan sampah.

Ifan masih ingat ucapan Camat Kemayoran Iyan Sopian Hadi kalau di musim hujan saatnya bekerja keras untuk petugas kebersihan kali.

"Memang pekerja kebersihan kali terkesan santai kerjanya. Tapi kalau sudah musim hujan, mereka kerja lebih keras dari orang biasa," tutur Ifan menirukan. Ifan berharap datangnya alat bantu atau mekanik untuk membantu kerja timnya lekas terealisasi. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads