Loket berada di persimpangan jalur tracking. Usai membeli tiket masuk, pengunjung bisa menelusuri track kayu dengan keanekaragaman jenis Mangrove. Tidak hanya melihat, pengunjung juga bisa belajar karena sepanjang perjalanan terdapat keterangan-keterangan jenis Mangrove di sana.
Kepala seksi wilayah 1 Kemujan Taman Nasional Karimunjawa, Iwan Setyawan mengatakan Tracking Mangrove tersebut sudah berdiri sejak 2011 dan dilakukan pengembangan hingga 2014. Ada 45 jenis Mangrove yang tumbuh di sana dan dua diantaranya merupakan jenis langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Ada beberapa flora dan fauna yang tumbuh di sini. Luasnya 222,2 hektar yang merupakan zona pemanfaatan. Kita buka di sini sampai jam 08.00-17.00. Banyak mahasiswa yang datang ke sini untuk penelitian," kata Iwan kepada detikcom, Jumat (13/11/2015).
Dari loket, pengunjung akan berjalan sejauh 1,3 kilometer hingga ke menara pandang setinggi 20 meter. dari atas menara itu, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah mulai hutan Mangrove, pegunungan, dan laut. Jika cukup jeli maka akan terlihat keanekaragaman fauna di sana.
"Fauna di sini ada biawak, burung, tikus Mangrove, kupu-kupu, capung," tandasnya.
![]() |
Jika datang sekitar bulan Agustus, pengunjung juga bisa melihat burung-burung yang bermigrasi dari Australia maupun Tiongkok. Ribuan burung akan "mampir" di taman Nasional Karimunjawa sebelum kembali ke negaranya untuk berkembang biak.
"Burung migrasi itu biasanya bulan Agustus. Kita tahu itu dari Australia dan Cina dari warna ring di kakinya. Teman-teman di sini sempat memfoto migrasi itu. Jenis burungnya Trinil," terang Iwan.
Puas melihat pemandangan dan berselfie di menara pandang, pengunjung bisa kembali menelusuri hutan Mangrove untuk menuju pintu keluar. Iwan mengaku masih perlu banyak perbaikan di Tracking Mangrove tersebut antara lain ketersediaan toilet yang masih minim, serta fasilitas seperti kantin.
"Ya memang masih banyak kekurangan, seperti dilihat tadi MCK tidak ada di menara pandang, pengunjung masih adayang buang sampah sembarangan. Padahal di sini merupakan taman Mangrove yang cukup bagus di Jawa Tengah dan jenis Mangroovenya lengkap," pungkas Iwan.
"Bersih sekali di sini, udaranya bagus, mangrove lengkap. Kita juga bisa lihat ibu-ibu mencari kerang. Kalau diolah kan bagus, bisa masak kuliner di sini," kata Ganjar. (alg/try)













































