Pengalaman Teror WNI di Paris: Charlie Hebdo Sampai Friday the 13th

Tembakan dan Ledakan Paris

Pengalaman Teror WNI di Paris: Charlie Hebdo Sampai Friday the 13th

Rachmadin Ismail - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 08:36 WIB
Pengalaman Teror WNI di Paris: Charlie Hebdo Sampai Friday the 13th
Foto: REUTERS/Christian Hartmann
Paris - Aditia Gunawan, mahasiswa S2 jurusan Filologi di INALCO Paris, Prancis, mengalami dua peristiwa teror selama masa tinggalnya di sana. Walau tak menjadi korban langsung, namun rasa was-was itu tetap terasa.

"Aduh, kemarin Charlie sekarang ini," tutur Adit kepada detikcom, Sabtu (14/11/2015).

Filolog Perpustakaan Nasional ini bercerita, saat serangan kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015 lalu, dia sedang berada di kelas untuk mengikuti perkuliahan. Dosen yang mengajar langsung memberi pengumuman tentang peristiwa tersebut. Mereka langsung menyelamatkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besoknya setelah peristiwa Charlie Hebdo ada mengheningkan cipta di kelas 3 menit," ceritanya.

Teror lebih dahsyat kini dialami Adit berselang hampir 10 bulan kemudian. Menurutnya, peristiwa ini lebih mencekam, sebab terjadi di beberapa lokasi, dan jumlah peneror lebih banyak.

"Itu yang di lokasi nonton konser metal kabarnya meninggal 100 orang. Tanggalnya juga pas Friday the 13th," terangnya.

"Terasa banget paniknya. Terorisnya lebih banyak dan tempatnya nyebar," sambungnya.

Dua penyerang yang disebut sebagai militan Islam menyerbu kantor Charlie Hebdo di Paris, 7 Januari 2015 lalu. Sebanyak 12 jurnalis, termasuk beberapa kartunis, tewas.

Serangan konon diklaim oleh Al Qaeda di Yaman, yang ingin menghukum majalah itu atas gambar-gambar yang melecehkan simbol-simbol agama Islam.

Buntut dari tragedi itu telah menempatkan publikasi kontroversial tersebut ke dalam debat global mengenai hak kebebasan berekspresi. Jutaan orang di seluruh dunia menyambut slogan 'Je suis Charlie'. (mad/hri)


Berita Terkait