Bagi Ahok yang terpenting bisa menyejahterakan peternak sapi di lima provinsi yang telah sepakat bekerjasama. Lima provinsi itu yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur.
"Anggaran mah kita enggak masalah, kita sudah hitung sampai 2017. Nah, uang enggak gitu masalah sebenarnya yang penting sekarang peternak di daerah itu menikmati jangan sampai mereka yang untung hanya pedagang. Peternak-peternak umumnya kan dibawah garis kemiskinan," ujar Ahok di Kementerian Pertanian, Jl Harsono RM No 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel, Jumat (13/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengimpor sapi dari daerah, diharapkan harga daging merah di pasar DKI dan daerah sekitarnya bisa ditekan. Dia memastikan tidak sampai menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram.
"Kemarin Lebaran bisa jual Rp 60 ribuan ya? Itu kan kita belum yang lokal dan belum potong sendiri kan. Tapi pasti enggak mungkin lah sampai Rp 100-150 ribuan. Enggak ada lagi cerita gitu lah," kata Ahok.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Provinsi DKI membutuhkan pasokan sapi rata-rata perbulan mencapai 60.000 ekor atau sekitar 70 persen. Tingginya kebutuhan sapi tersebut kata Amran menjadikan Jakarta sebagai konsumen daging sapi impor terbesar di tanah air.
Dengan kerjasama ini maka konsumsi sapi impor dapat dikurangi. Selama ini, kata Amran, sebenarnya pasokan sapi dalam negeri bisa mencukupi kebutuhan nasional. Hanya saja, ada kendala pada distribusi pengangkutan dari sentra-sentra peternakan sapi ke daerah konsumen sapi sehingga opsi impor lebih dipilih untuk memenuhi kebutuhan sapi selama ini. (aws/ega)











































