"Ini adalah koalisi partai pendukung pemerintah. Menjadi bagian dari pemerintah. Oleh karena itu, agar tak membingungkan maka disepakati partai-partai pendukung pemerintah," ujar Isa di tempat konferensi pers, Jalan Tebet Barat Raya IX, No 17, Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Dia mengatakan dengan P4 maka partai pendukung pemerintah punya forum yang menegaskan keberadaan koalisi. Ia berharap agar 'kegalauan' pernyataan PAN yang ingin mendukung pemerintah namun tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP) sudah tak ada lagi.
"Katanya dukung pemerintah tapi eksis di KMP. Itu kan dua hal berbeda dan harus ada evaluasi ulang oleh kelompok pemerintah. Ini akan ada perubahan di situ. Oleh karena itu supaya tidak dispute dan membingungkan, KIH diganti pendukung pemerintah," paparnya.
Terkait pembahasan pertemuan Jokowi dengan petinggi P4, menurutnya adalah hal biasa dalam sekali sebulan. Ia tak menampik salah satu persoalan yaitu reshuffle juga dibicarakan.
Namun, ia tak ingin berspekulasi terkait kepastian reshuffle jilid II.
"Jadi pertemuan KIH dan presiden dilakukan sebulan sekali karena banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan. Terkait reshuffle itu wewenang Jokowi untuk beri penilaian. Apakah dari partai atau profesional itu bukan ranah kami," tuturnya.
(hty/dnu)











































