Ini Alasan KIH Ubah Nama Jadi Parpol Pendukung Pemerintah

Ini Alasan KIH Ubah Nama Jadi Parpol Pendukung Pemerintah

M Iqbal - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 16:09 WIB
Ini Alasan KIH Ubah Nama Jadi Parpol Pendukung Pemerintah
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengubah nama menjadi 'parpol-parpol pendukung pemerintah'. Apa alasannya?

"Kami ingin mengakhiri polarisasi KIH-KMP yang dimulai sejak kontestasi kepresidenan," ucap ketua umum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy kepada detikcom, Jumat (12/11/2015).

Romi turut hadir dalam pertemuan yang digelar di Istana Merdeka itu. Hadir juga 4 orang ketua umum parpol KIH lainnya, yaitu Megawati (PDIP), Surya Paloh (NasDem), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Wiranto (Hanura).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berkali diujar KIH dan KMP sudah berakhir, tapi masih tertulis juga di mana-mana. Kini setahun sudah berselang, sudah saatnya bangsa ini menatap ke depan," tegas Romi.

Selain menyepakati perubahan nama koalisi, dalam rapat yang berlangsung hampir 3 jam itu juga disepakati komitmen atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK, terutama mendorong momentum meningkatnya pertumbuhan ekonomi kuartal III yang merupakan resultan dari sejumlah Paket Kebijakan Ekonomi.

"Untuk itu partai-partai Pendukung Pemerintah terus mengupayakan dukungan politik atas hal tersebut," ujarnya.

Ketiga, rapat juga membahas hal-hal terkait kinerja parlemen antara lain membahas beberapa pansus, baik pansus perundang-undangan maupun pengawasan.

"Hal-hal lain yang lebih detail tentu tidak semua bisa disampaikan," ucap Romi. (bal/tor)


Berita Terkait