"Semoga kejadian Andra ini yang terakhir dan bisa menjadi bahan evaluasi," ujar Agustinus di rumah duka yang menjadi tempat persemayaman Andra, di Jalan Cempaka B6 No 5, Komplek Mahkamah Agung, Pamulang Indah, Tangerang Selatan, Jumat (13/11/2015)
![]() |
Agustinus yang mengenakan baju batik warna hitam dengan corak bunga, terlihat lebih tegar. Selama ini Andra tidak pernah mengeluh mesti ditugaskan di daerah terpencil.
"Dia menyukai daerah pelosok-pelosok seperti itu. Selain pratek, dia juga belajar menembak dan banyak kegiatan lainya seperti ibadah keagamaan dan kebaktian," kenang sang Ayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Saya bangga sama anak saya, ngeliat wilayah dia seperti itu saya sendiri tidak ada penyesalan. Kalau saya hidup di medan seperti itu saya belum tentu kuat dengan akses yang susah, bahkan kalau lewat laut harus nunggu kapal juga masih jarang," tandasnya.
Rencananya jenazah dokter muda itu akan disemayamkan di rumah duka. Jenazah sendiri baru dimakamkan Minggu (15/11), di Kampung Kandang, Cilandak, Jakarta Selatan.
(edo/van)












































