"Ternyata, pembahasan akhir disepakati hanya anggaran untuk DPR saja. Kita tidak ada, alias nol anggaran," kata Ketua DPD Irman Gusman kepada detikcom, Jumat (13/11/2015).
Irman menyatakan seharusnya konsep 'pembangunan kompleks parlemen' mencakup juga DPD juga MPR. Apalagi kebutuhan DPD terhadap gedung baru juga nyata ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irman menuntut agar pemerintah bisa berlaku adil dalam memperlakukan lembaga-lembaga negara, termasuk DPD. Namun kini, hanya DPR saja yang diberi anggaran pembangunan gedung parlemen.
"Seharusnya, pemerintah adil. Ini tanggung jawab pemerintah. Lagipula, pembicaraan juga sudah kita lakukan dengan Ketua DPR dan MPR," kata Irman.
Memangnya, berapa duit anggaran DPD yang ditolak pemerintah itu? Irman menyatakan anggaran itu berjumlah Rp 929,2 miliar. Jumlah itu muncul dari taksiran Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Itu berdasarkan analisis nilai bangunan dari PU yang keluar sekitar awal Oktober," kata Sekjen DPD Sudarsono Hardjosoekarto.
Meski anggaran itu ditolak untuk masuk di APBN 2016 yang diketok di rapat paripurna DPR pada 30 Oktober yang lalu, namun DPD tak akan menyerah. DPD akan mencoba lagi memasukkan anggaran itu pada APBN-Perubahan 2016.
"Nanti kita akan kirim lagi untuk APBN-P 2016," kata dia.
(dnu/tor)











































