Kamis (12/11) pagi hari, Khosyyah dan anaknya yang berumur 4 tahun berangkat dari Depok menuju Sukabumi menggunakan kereta. Keduanya baru saja selesai menghadiri acara keluarga dan berniat kembali ke rumah mereka di Sukabumi. Saat di Depok, pada Selasa malam, Khosyyah sudah memeriksakan kandungannya ke bidan dan bayinya yang berusia 8 bulan dalam kondisi sehat.
"Kejadian Kamis pagi, abis kumpul-kumpul sama keluarganya di Depok. Dia juga sudah periksa ke bidan di USG katanya bayiny sehat dan belum waktunya lahiran," kata Taufik saat dihubungi detikcom, Jumat (13/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas berangkat biasa aja, kayak hari-hari sebelumnya," ucap Taufik.
Sekira pukul 09.30 WIB, Kamis (12/11/2015), KA No 114 jurusan Bogor-Sukabumi yang tumpangi Khosyyah dan anaknya itu tengah melaju dari Stasiun Batutulis menuju Stasiun Maseng. Tiba-tiba Khosyyah yang duduk di gerbong ekonomi 1 seat 7 D E merasa perutnya mulas.
"Dia cerita, perutnya sakit mau ke kamar mandi untuk BAB. Terus dia balik lagi ke kursinya. Tak lama perutnya sakit lagi, tapi kali ini sakit banget, terus dia balik lagi ke kamar mandi," kisah Taufik.
"Dia kembali lagi ke kursi tapi masih mules, dan pas ngeden 3 kali langsung keluar bayinya. Kaki duluan yang keluar baru kepalanya. Beratnya kecil 1,5 kilogram," tambah Taufik.
![]() |
Proses kelahiran dibantu oleh dua orang anggota Polisi Khusus Kereta Api (PolsusKA) yang berjaga yaitu Fajar Setiawan dan Rizky serta penumpang yang berada di dekat Khosyyah. Peralatan di kotak P3K yang disiapkan di setiap rangkaian gerbong dimanfaatkan. Proses persalinan berjalan lancar dan langsung dibawa ke RS terdekat begitu tiba di Stasiun Maseng.
Khosyyah dan bayinya selamat. Saat ini keduanya tengah mendapat perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi.
Foto: Dok PT KAI |
(slm/try)












































Foto: Dok PT KAI