"Dari laporan BMKG, mulai Desember (2015, red) sampai Maret (2016) akan turun hujan. Jangan sampai tidak bisa kami antisipasi. Kami harap setiap pemprov dapat penguatan daya serap permukaan lahan di wilayahnya," ujar Puan usai rakor di kantornya, Kementerian PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Dia mencontohkan salah satu penguatan daya serap permukaan lahan seperti misalnya dengan penyediaan biopori. Kemudian, kesiapan tata aliran air dari hulu sampai ke hilir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puan melanjutkan, dalam antisipasi banjir dan longsor ini diperlukan koordinasi pemerintah daerah dengan antar kementerian/lembaga terkait.
"Koordinasi antara BNPB, Kemen PU-Pera, gubernur dan Kemendagri. Antisipasi segala kemungkinan yang dapat menjadikan ancaman kemanusiaan," tuturnya.
Kemudian, dia menambahkan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyiapkan Rp 150 miliar terkait antisipasi banjir.
"BNPB siapkan Rp 150 miliar untuk antisipasi langkah banjir. Akan dikoordinasikan di BNPB, dan sudah saya intruksikan rakor teknis dengan gubernur, K/L yang ada sehingga siap diantisipasi," pungkasnya. (hty/ega)











































