"Saya tidak kenal beliau tapi beliau saya pilih karena nomor 1 terbaik. Nomor 3 (dari 3 orang) malahan teman baik saya pernah jadi calon wakil gubernur saya di Bangka Belitung. Jujur minta ampun, baik, lulusan S2 dan S3 dari Jepang juga lulusan S1 dari ITB," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2015).
Ahok menyebut dirinya sengaja tidak memilih kawan lama dari Bangka Belitung yang sudah ia kenal sejak lama bukan tanpa sebab. Dia hanya ingin menegakkan keadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun hak gubernur boleh pilih salah 1 dari 3 calon tapi untuk keadilan, saya pilih yang terbaik dari yang terbaik. Saya harap iklim budaya ini yang harus kita terapkan di DKI," terangnya.
"Saya mau pilih yang terbaik dari yang terbaik. Tidak bisa pilih teman atau saudara, kita harus pilih yang terbaik sekalipun tidak kenal," kata Ahok.
Ahok juga merasa gembira atas pelantikan Oswan sebab hal ini merupakan implementasi pertama dari UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah disahkan pemerintah pusat. Dengan UU ASN tersebut pejabat mana pun terbuka peluangnya untuk naik jabatan melalui seleksi promosi terbuka.
"Saya secara pribadi sangat senang karena ini buah dari UU ASN. Ini pertama kali mempraktekan UU ASN kita lakukan seleksi promosi terbuka," pungkasnya. (aws/ega)











































