Pasar Buku Senen Masih Terus Berusaha Hidup, Mempertahankan Legendanya

Nostalgia Pasar Buku Senen

Pasar Buku Senen Masih Terus Berusaha Hidup, Mempertahankan Legendanya

Ahmad Masaul Khoiri, - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 11:09 WIB
Pasar Buku Senen Masih Terus Berusaha Hidup, Mempertahankan Legendanya
Foto: Masaul/detikcom
Jakarta - Pasar buku Senen masih terus berusaha hidup. Para penjual buku juga melakukan regenerasi. Kini anak-anak mereka yang melanjutkan jejak ayahnya. Ada juga yang tutup dan menjual kiosnya, atau beralih berdagang yang lain.

"Persaingan sekarang sangat ketat apalagi penjual buku. Di terminal ini dulunya memang diprioritaskan buat dagang buku. Kalau temen saya dagang di sini sudah nggak ada, diganti sama anaknya. Tapi suka datang sekali-kali. Yang jualan anaknya. Kalau saya nggak ngajarin anak saya dagang atau saya ajak kesini," jelas Hasan (55), saat ditemui Kamis (12/11).

Hasan sudah berdagang sejak usia remaja. Dia berdagang sejak 30 tahun lalu. Saat itu Pasar Senen menjadi primadona di Jakarta untuk mencari buku. Mulai dari buku komik, cerita, atau buku bekas semua ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teman-teman saya banyak yang pindah dan ganti usaha," jelas Hasan.

Sesekali Hasan ikut berdagang di suatu acara alias berdagang keliling. Mulai dari acara wisuda sampai acara perusahaan. Dia menggelar lapak bukunya. Masa emas penjual buku masih Hasan mimpikan datang kembali. Dia tahu, kalau generasi yang baru memilih membaca lewat HP atau internet. Tapi dia yakin pecinta buku tetap hadir.

Senada dengan Hasan, Rosmiyati (55), yang berdagang bersama suaminya Robin (68) tetap setiap menggelar lapak buku di Senen. Sejak tahun 80'an dia berdagang. Aneka macam buku dijual di tokonya.

"Kalau anak muda umur sekitar 30 tahun yang jualan di sini rata-rata memang langsung terjun jual buku kesini. Kalau orang-orang lama sudah pada meninggal. Ada yang diganti anaknya, ada yang sudah berhenti. Ada banyak juga yang mereka ganti haluan mencari nafkahnya. Karena perkembangan teknologi," jelas Rosmiyati.

Rosmiyati berkisah masih ingat saat dahulu Pasar Senen menjadi lokasi berburu penggila buku. Tak sedikit orang datang membawa buku jumlah banyak dan dijual ke para pedagang. Lalu, para pedagang menjual kembali buku itu, tentu dengan harga yang lumayan.

"Banyak mahasiswa dan pelajar dahulu yang cari buku bekas," imbuhnya.

satu dua pembeli datang ke Toko Rosmiyati. Buku pelajaran yang mereka cari, untuk anak-anaknya. Ada juga seorang pria mencari buku novel. Dengan sigap Rosmiyati mencarikan buku tersebut.

"Semoga saja tetap banyak yang membaca buku, biar seperti dahulu lagi," tutup Rosmiyati sambil melayani pembeli. (dra/dra)


Berita Terkait