PDEI: Dokter Internship Juga Manusia Butuh Pembekalan

PDEI: Dokter Internship Juga Manusia Butuh Pembekalan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 09:39 WIB
PDEI: Dokter Internship Juga Manusia Butuh Pembekalan
Foto: thinkstock (Ilustrasi)
Jakarta - Dokter muda Dionisius Giri Samudra atau Andra (27) meninggal saat bertugas di Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, karena mengidap penyakit komplikasi. Belajar dari pengalaman Donisius dan Andra, dokter intership dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) harusnya dibekali jaminan keselamatan.

"Keduanya adalah adik kelas saya di kampus Unhas, Dhanny Elya Tungka yang meninggal di pegunungan Bintang Papua dan Dionysius Giri Samudera yang kemarin meninggal di kepulauan Aru Maluku, mereka dua orang yang berbekas dalam ingatan saya, Dhanny yang riang dan Andra yang tulus, baik hati, dan tangguh," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Cabang Jakarta, Dr Abdul Halik Malik saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/11/2015).

Halik mengatakan, setiap tahunnya ada sekitar 7 ribu dokter baru dan harus mengikuti program pemahiran atau internship dokter sebelum kemudian mereka mengabdi menjadi dokter. Dirinya menambahkan, banyak dokter muda yang baru lulus yang mau tidak mau harus rela ikut bertarung belajar dan mengabdi di tempat-tempat paling terpencil dan sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagaimana dokter PTT terpencil yang memang diharapkan untuk itu, sementara dokter magang (internship) belum siap secara kompetensi dan mental, selain itu untuk pemahiran dokter yang penempatannya sampai di daerah terpencil sebetulnya kurang pas karena keterbatasan wahana dan pembimbingan, pada akhirnya tujuan pemahiran juga tidak tercapai," terangnya.

Oleh karenanya, PTT maupun dokter internship yang akan bertugas di daerah terpencil musti dibekali dan diberikan jaminan untuk keselamatannya oleh pemerintah, terutama pemerintah daerah setempat, para dokter dibekali dengan kemampuan untuk survive, diberikan vaksinasi, diberikan obat profilaksis.

"Diberikan asuransi jiwa, dan bila perlu diberi tunjangan kesusahan di luar dari insentif yang mereka peroleh karena medan yang berat dan segala keterbatasan infrastruktur dasar di daerah terpencil tempat mereka akan mengabdi," terangnya.

Untuk pembekalan para dokter yang akan bertugas ke daerah, Halik mengatakan ada beberapa organisasi dokter semisal organisasi profesi dokter yang siap memback up pemerintah, kita ada Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, yang bisa turut berperan dalam membina dan mempersiapkan para dokter yang akan mengabdi di daerah.

"Khususnya di daerah yang sangat terpencil, terutama kesiapan mental dan kompetensi tambahan yang barangkali diperlukan," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Halik mengkritik sikap dari Menteri Kesehatan Nila Moelok yang menyebut dokter intership adalah mahasiswa bukan dokter dan merupakan tanggungjawab dari Kemendikti. Padahal setiap dokter intership diharuskan mendaftar ke web Kemenkes dan dibiayai dari pagu anggaran Kemenkes.


(tfq/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads