KIH Ganti Nama, Untuk Akomodasi PAN?

KIH Ganti Nama, Untuk Akomodasi PAN?

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 06:43 WIB
KIH Ganti Nama, Untuk Akomodasi PAN?
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan pimpinan parpol koalisi berkumpul di Istana tadi malam. Salah satu poin yang disepakati adalah mengganti nama Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Apakah untuk mengakomodasi PAN?

"Konstelasi politik nasional dan konsolidasi KIH yang dalam rapat tadi disepakati diubah namanya menjadi Partai-Partai Pendukung Pemerintah," ujar Ketum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy (Romy) lewat keterangan tertulis usai pertemuan, Kamis malam (12/11/2015).

KIH memang tak dideklarasikan sejak awal seperti Koalisi Merah Putih (KMP). Sementara itu PAN yang anggota KMP, kini menjadi pendukung pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mendeklarasikan diri untuk mendukung pemerintah, PAN juga mengaku tak keluar dari KMP dan masuk KIH. PAN seolah 'galau' untuk menunjukkan sikap politik.

"Dikarenakan keputusan PAN untuk bergabung dengan pemerintah, jumlah kursi KMP di DPR berkurang secara signifikan dan jumlah kursi KIH bertambah menjadi 45,7 persen atau menjadi mayoritas," kata Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dalam acara silaturahim kementerian di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu malam (11/11).

Dengan mengganti nama menjadi Partai-partai Pendukung Pemerintah, berarti PAN sudah terakomodasi. Meski demikian PAN tak ikut dalam pertemuan di Istana tadi malam.

"Kami hormati saja pertemuan mereka. Tapi prinsipnya selama ini PAN dengan partai mana pun, kalau diundang akan hadir. Kalau enggak diundang ya nggak apa," ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto saat dikonfirmasi. (bag/tfq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads