DPR RI ke Jepang atas undangan parlemen negeri sakura ini. Sebanyak 11 orang anggota dewan ikut dalam rombongan ini yaitu Setya Novanto (Ketua DPR-Golkar), Fadli Zon (Wakil Ketua DPR-Gerindra), Roem Kono (Ketua BURT-Golkar), Robert Joppy Kardinal (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Fary Djemi Francis (Gerindra), Aryo Djojohadikusumo (Gerindra), Helmy Faishal Zaini (PKB), Epyardi Asda (PPP), Melani Leimena Suharli (Demokrat), dan Nurdin Tampubolon (Hanura).
Berangkat dari Jakarta pada Senin (9/11) malam, delegasi DPR tiba di Tokyo, Jepang pada Selasa (10/11) dan langsung menjalani rentetan agenda pada siang harinya. Yang pertama, delegasi DPR bertemu dengan Ketua Asosiasi Indonesia-Jepang, Yasuo Fukuda yang juga merupakan mantan PM Jepang.
Foto: Tiara/detikcom |
Delegasi DPR kemudian lanjut bertemu dengan pihak legislatif Jepang yang terdiri dari dua kamar. Yang pertama dengan Speaker of the House of Representative (Majelis Rendah) Oshima Tadamori dan Speaker of the House of Councillors (Majelis Tinggi) Yamazaki Masaaki. Di antara kedua pertemuan itu, para wakil rakyat berkesempatan menjajal ruang sidang di parlemen setempat.
Kekalahan Jepang dalam tender proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi hal yang berulang kali disinggung dalam pertemuan yang dijalani oleh anggota DPR. Rombongan yang dipimpin oleh Novanto ini kemudian berusaha meyakinkan bahwa Indonesia memiliki proyek lain yang bisa diinvestasi.
Hari kedua pada Rabu (11/11), delegasi DPR mengawali hari dengan sarapan bersama Ketua Liga Parlemen Jepang-Indonesia, Toshihiro Nikai. Dalam pertemuan ini, mereka membahas tentang rencana Nikai dan Fukuda untuk membawa rombongan 1.000 pengusaha Jepang ke Indonesia pada 23-24 November mendatang. DPR pun siap menjamu mereka.
Ketua DPR Setya Novanto lalu berangkat ke Imperial Palace untuk melakukan kunjungan kehormatan pada Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Dalam pertemuan singkat itu, Kaisar Akihito sempat menyampaikan keyakinannya akan hubungan Indonesia-Jepang ke depannya.
Agenda selanjutnya yang diikuti oleh seluruh delegasi DPR adalah kunjungan ke Kantor Democratic Party of Japan, partai oposisi terbesar di Jepang. Selanjutnya mereka bertemu dengan Ketua Federasi Bisnis Jepang (Keidanren), Shigeo Ohyagi.
Masih munculnya pembahasan tentang proyek kereta cepat ternyata membuat delegasi DPR mengubah agenda pada Kamis (12/11). Mereka memilih untuk menjajal Shinkansen dengan rute Tokyo-Nagoya.
Foto: Tiara/detikcom |
Namun, sebelumnya sebanyak 5 orang anggota DPR bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Pertemuan itu memperbincangkan soal Laut China Selatan Hingga masalah pertahanan.
Siang hingga sore hari dihabiskan dengan perjalanan Tokyo-Nagoya-Tokyo menggunakan Shinkansen yang diselingi makan siang. Perjalanan Shinkansen ini ternyata memiliki 'misi diplomasi' untuk pemerintah Jepang. Bahkan, Novanto sempat pamit ke PM Abe saat akan naik Shinkansen.
Hingga akhirnya pada Jumat (13/11), delegasi kembali ke Jakarta lewat Bandara Haneda, Tokyo. Secara umum, kunjungan muhibah ini dirasa bisa mempererat hubungan kedua negara setelah rentetan kekecewaan karena kereta cepat.
"Ini momentum tepat, Jepang sahabat lama indonesia. Kita tetap ingin Jepang investasi di Indonesia," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat berbincang di sela-sela kunjungan di Tokyo.
Masalah proyek kereta cepat memang memberi kekecewaan, namun pada akhirnya semua pihak harus 'move on'. Menurut Fadli, hal tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.
"Kekecewaan ini seragam, seperti koor. Ini harus jadi catatan pemerintah untuk ambil keputusan. Kalau ada kawan baru, kawan lama jangan dilupakan," ucapnya. (imk/fdn)












































Foto: Tiara/detikcom
Foto: Tiara/detikcom