Ridwan Kamil: Di Amerika Pelobi itu Profesi Normal

Ridwan Kamil: Di Amerika Pelobi itu Profesi Normal

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 19:56 WIB
Ridwan Kamil: Di Amerika Pelobi itu Profesi Normal
Foto: Avitia Nurmatari
Jakarta - Indonesia butuh jasa pelobi atau tidak sedang menjadi perdebatan hangat. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang kerap bolak balik membina hubungan dengan luar negeri punya pendapat sendiri. Bagaimana menurutnya?

"Di Amerika pelobi itu profesi normal, di kita enggak lazim," kata pria yang akrab disapa Emil itu, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (12/11/2015).

Emil menilai keberadaan perusahaan pelobi resmi seperti Pereira International Pte Ltd dibutuhkan di Indonesia, khususnya bagi para kepala daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya di Indonesia membutuhkan itu. Pemerintah daerah kalau punya anggaran lebih DAK harus melobi sendiri dan itu melelahkan. Walaupun jaraknya dekat, tapi banyak rapat ke DPR, Kementerian, belum tentu berhasil. Keluar uang perjalanan konsumsi dan lain-lain," ucapnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, di Amerika perusahaan lobi justru dibutuhkan untuk menjembatani keinginan dan kepentingan politik secara profesional.

"Pelobi itu bisa menjembatani secara profesional keinginan kepentingan untuk politik. Saya kira wajar. Yang tidak wajar itu terjadi transaksi yang melanggar aturan. Bahwa melobi politik perlu diseriusi dan saya kira penting," tuturnya.

Pria yang hobi berpeci itu mengaku bahwa dia pernah diundang oleh Derwin Pereira dari Lembaga konsultan Singapura Pereira Internasional PTE LTD  untuk presentasi tentang tentang Indonesia masa depan dalam kacamata Wali Kota di hadapan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC. Emil menjelaskan, Derwin Pereira merupakan sponsor lembaga Think Thanks yang berada di bawah CSIS.

"Kebetulan Derwin Pereira adalah sponsor CSIS itu. Setiap ada pemimpin dari Asia Tenggara pidatonya disitu, saya nggak milih-milih. Poinnya saya siapa yang mengundang niatnya baik saya datengin konteksya itu saja," tandasnya. (avi/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads