Gunung Bromo Berstatus Waspada, Aktivitas Vulkanik Mengalami Kenaikan

Gunung Bromo Berstatus Waspada, Aktivitas Vulkanik Mengalami Kenaikan

M Rofiq - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 19:15 WIB
Gunung Bromo Berstatus Waspada, Aktivitas Vulkanik Mengalami Kenaikan
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Pos pantau di Cemara Lawang Desa Ngadisari Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mencatat terjadinya aktivitas vulkanik dari Gunung Bromo. Gunung api dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut kini berstatus waspada.

Sejak 30 oktober lalu, pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi atau PVMBG, merekam aktivitas gempa tremor Gunung Bromo, dengan amplitudo maksimum antara 0,5 sampai 3 milimeter, yang terjadi secara signifikan.

Sedangkan pantauan visual, Kamis (12/11/2015), tampak terjadi perubahan asap Gunung Bromo dari warna putih menjadi kelabu. Asap dengan ketinggian 100 hingga 150 meter, menuju arah barat daya.
Aktivitas vulkanik Gunung Bromo meningkat (M Rofiq/detikcom)
Menurut petugas PVMBG Gunung Bromo Subhan, selain membubung tinggi, asap Gunung Bromo juga semakin tebal dan mengeluarkan bau belerang menyengat. Pos pantau Gunung api setempat juga melaporkan terjadinya semburan abu vulkanik tipis di sekitar kawah Gunung Bromo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, Gunung Bromo masih berstatus waspada level dua, dengan jarak aman pengunjung sejauh satu kilometer dari kawah Gunung Bromo," jelas Subhan.

Peningkatan aktivitas Gunung Bromo tidak berpengaruh terhadap minat pengunjung wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Sebetulnya ya takut juga kalau sudah status waspada, kita sudah ada petunjuk dari petugas berbentuk tulisan kepada wisatawan, hanya saja kami belum berani mendekat ke kawah Gunung Bromo," kata Rizal salah seorang wisatawan.

Saat ini petugas PVMBG maupun TNBTS Gunung Bromo telah memasang sejumlah papan pemberitahuan peningkatan aktivitas vulkanik, yang berada di beberapa lokasi menuju Gunung Bromo.

Warga dan wisatawan diimbau mematuhi larangan mendekat sejauh satu kilometer dari kawah Gunung Bromo. Hal itu untuk menghindari potensi terjadinya semburan material vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads