Mendagri Sebut Dualisme Kepemimpinan Parpol Tak Halangi Pilkada

Mendagri Sebut Dualisme Kepemimpinan Parpol Tak Halangi Pilkada

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 17:35 WIB
Mendagri Sebut Dualisme Kepemimpinan Parpol Tak Halangi Pilkada
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pilkada serentak tahap pertama sebentar lagi akan digelar. Meski dualisme kepemimpinan parpol disebut sebagai salah satu potensi rusuh, Mendagri Tjahjo Kumolo optimis hal tersebut tak akan menghalangi kesuksesan pilkada.

"Kelihatannya nggak. Tahapan-tahapan mulai pendaftaran sampai penetapan bakal calon dilalui," ungkap Tjahjo usai Rakornas Pematangan Pilkada Serentak di Gedung Ecopark Ancol, Jakut, Kamis (12/11/2015).

Seperti diketahui, hingga saat ini permasalahan dualisme partai masih terus memanas antara Golkar dan PPP. Meski begitu, menurut Tjahjo itu tidak akan menjadi kendala berarti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak semua. Memang Mataram konflik ada, Ambon juga aman nggak ada masalah walaupun (ada anggapan) bahaya konflik, tapi nggak ada masalah. Konflik agama nggak ada," tuturnya

Sementara itu mengenai adanya calon yang terancam gugur karena status hukum, itu juga disebut Tjahjo bukan masalah. "Nggak ada masalah, kalau masalah hukum kita kembalikan ke partainya. Toh satu pasang juga sah," kata Tjahjo.

Permasalah tersebut sempat disoroti oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Adanya calon yang dianulir oleh MA disebut Badrodin dapat berpotensi menjadi konflik dalam pilkada nanti.

"Konflik-konflik yang kecil-kecil itu sifatnya mulai ada. Semua tahapan kita lakukan penelitian-penelitian kerawanannya, ada beberapa calon-calon yang dianulir oleh MA, PTUN itu timbulkan kerawanan, sebab itu kita siapkan antisipasinya," jelas Badrodin di lokasi yang sama.

Bukan hanya itu saja, debat publik bagi pasangan calon di daerah-daerah juga dapat menimbulkan kerawanan menurut Kapolri. Untuk itu jajarannya pun terus melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Kami warning daerah untuk bisa melakukan antisipasi sedini mungkin, sehingga tidak harus terjadinya konflik baru diamankan, tapi potensi-potensi itu sudah bisa kita lakukan untuk kita minimalisir," tutup Badrodin. (elz/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini