Ahok: Pemimpin Harus Berkepala Dingin Tapi Meledak Kalau Sudah Keterlaluan

Ahok: Pemimpin Harus Berkepala Dingin Tapi Meledak Kalau Sudah Keterlaluan

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 17:29 WIB
Ahok: Pemimpin Harus Berkepala Dingin Tapi Meledak Kalau Sudah Keterlaluan
Foto: Ayunda Savitri/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setuju dengan pernyataan Ketua DPD RI Irman Gusman yang menyebut pemimpin harus berkepala dingin dalam menyelesaikan masalah. Namun, Ahok punya alasan mengapa dirinya naik darah dan memecat anak buahnya.

"Memang sih, benar kata beliau jadi pemimpin itu harus berkepala dingin. Terus juga jangan mecat gitu kan. Ya kan, benar," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).

Ahok menyebut ada alasan di balik sikapnya yang kerap keras dalam menyelesaikan masalah dengan TPST Bantargebang. Ahok sudah cukup bersabar selama bertahun-tahun menghadapi ketidakberesan PT Godang Tua Jaya (GTJ) selaku pengelola sampah di sana namun tetap tidak ada perubahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma pertanyaan saya sederhana juga,Β  kita harus belajar kadang-kadang kita meledak juga dong kalau udah tiga tahun keterlaluan. Kalau kamu langsung marah benar, ini tiga tahun loh kita minta Bantargebang, truk mesti bagus, tanahnya mesti bagus jangan sampai kebakaran begitu lama, jangan sebarin bau busuk dan mesti ada salurannya. Terus dikerjain enggak? Kan enggak," terangnya.

"Terus saya bilang pecat PNS. Saya kan kaya main bola, apakah saya langsung pecat? Enggak kan? Kita kan kasih tahu dulu, baru kita keluarin. Sekarang lebih baik enggak Jakarta dibanding dulu? Menurut saya lebih baik ketika kita mengganti kasih kesempatan pada orang. Jadi konteks sama waktunya mesti dihitung," jelas Ahok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irman menilai seharusnya pemimpin tidak boleh cepat marah dan main pecat. Selain itu, seorang pemimpin dalam menyelesaikan masalah itu harus dengan dingin hati. (aan/nrl)


Berita Terkait