Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Bank di Kasus 'Mama Minta Pulsa'

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Bank di Kasus 'Mama Minta Pulsa'

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 17:24 WIB
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Bank di Kasus Mama Minta Pulsa
Foto: Mei Amelia
Jakarta - Polda Metro Jaya mendalami dugaan adanya keterlibatan oknum bank terkait kasus penipuan modus 'mama minta pulsa'. Dugaan ini mencuat karena begitu mudahnya pelaku pelaku membuat rekening palsu untuk penampungan.

"Oknum bank ini yang masih didalami, sejauh apa keterlibatan mereka. Seharusnya bank memang memegang prinsip KYC (know your customer) sebelum menerima calon nasabah," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Sejauh penyelidikan polisi terhadap 30 pelaku penipuan modus 'mama minta pulsa', ada beberapa bank yang sangat ketat dalam menerima calon nasabah baru yang akan membuka rekening.

"Menurut mereka (para tersangka), bank swasta susah ditembus, tapi bank pemerintah yang mudah ditembus," ujar mantan Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya ini.

Herry menambahkan, para pelaku penipuan ini membuka rekening bank dengan identitas palsu, melalui penyedia jasa. Dua pelaku yang ditangkap di Cilincing, Jakarta Utara dan Bekasi, menyediakan ratusan buku tabungan asli tapi palsu untuk sindikat penipuan ini.

"Dua pelaku ini membuatkan rekening dengan data-data palsu, identitas palsu," katanya.

Perayaratan yang berlaku di sejumlah bank selama ini untuk nasabah baru yang akan membuka rekening cukup dengan menyertakan KTP dan NPWP. Namun, tidak ada peoaea lanjut dari pihak bank untuk menelusuri keabsahan identitas dan persyaratan yang dilampirkan calon nasabah.

"Jadi memang selama ini kan buat buka rekening di bank itu cukup ada KTP dan NPWP kemudian mengisi formulir," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan ada keterlibatan oknum bank dalam kasus tersebut ada di luar Jakarta.

"Oknum bank itu di luar sana, dia bantu buka rekening tanpa mengendepankan know your customers (KYC)," kata Krishna. (mei/dra)


Berita Terkait