Menurut Anies, angka buta huruf di Papua mencapai 28 persen atau 3,5 juta orang. Tertinggi se-Indonesia. Jika tidak segera ditangani, maka ke depan, kondisinya kian parah.
Β
"Banyak guru yang kita drop. Ke depan akan lebih banyak kita kirim. Dari 3.500, porsi lebih besar ke Papua," kata Anies di di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Kamis (12/11/2015).
Pengiriman guru ke daerah terpencil sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Angkatan pertama berjumlah 798 guru. Angkatan kedua sebanyak 3.500 guru disiapkan, termasuk untuk Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menambahkan, saat ini Kemendikbud mewajibkan para siswa membaca buku minimal 15 menit sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Membaca apa saja. Kegiatan ini dilakukan untuk membangun membangun budaya baca.
"Semua karakter harus dimulai dari pembiasaan, termasuk sikap jujur, tetap waktu, dan ketegasan," kata Anies.
Terakhir, Anies mengapresiasi langkah Gubernur Papua Lukas Enembe dalam menuntaskan buta aksara. Beragam program telah dilakukan. "Agar Papua bangkit dan mandiri, sehingga dari sini akan muncul manusia-manusia yang hebat dan membanggakan," tutupnya.
(try/try)











































