Mufidah Kalla: Cinta adalah Kunci Terbaik Mendidik Anak

Mufidah Kalla: Cinta adalah Kunci Terbaik Mendidik Anak

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 17:04 WIB
Mufidah Kalla: Cinta adalah Kunci Terbaik Mendidik Anak
Foto: Mulya Nurbilkis/detikcom
Jakarta - Belakangan semakin banyak kasus kekerasan yang menyasar anak baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Padahal hal itu sangat bisa dihindari jika orang tua dan guru mendidik anak mereka dengan cinta.

"Cara mendidik yang terbaik adalah dengan cinta," kata istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla dalan diskusi peserta pelatihan guru PAUD di Balai Latihan Masyarakat Kementerian PDT dan Transmigrasi Makassar, Jl Daeng Rammang, Makassar, Sulsel, Kamis (12/11/2015).

Menurutnya, PAUD saat ini menjadi bagian penting pembentukan karakter generasi muda. Jika para pendidik PAUD memiliki akhlak yang baik, maka anak-anak didiknya pun akan menjadi generasi yang baik dan berbudi pekerti luhut.
Mufidah di lokasi acara (Bilqis/detikcom)
"Paud penting karena apabila terjadi praktek pengajaran yang tidak sesuai sasaran akan membuat perkembangan anak tidak optimal," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mufidah menjadi salah satu narasumber diskusi bersama Ketua PAUD Sulsel Ayunsri Syahrul, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kementerian PDT dan Transmigrasi H.M Nurdin dan istri Kepala Bappenas Ratna Megawangi Sofyan Djalil.

Diskusi ini dilakukan bersama puluhan guru yang sedang mengikuti pelatihan di balai tersebut. Mereka adalah guru PAUD dari Maluku, Ambon dan Sulawesi Tenggara dan Makassar.

Sebagian besar guru PAUD yang berdiskusi dengannya menceritakan kondisi tempat mengajar mereka. Ada yang meminta bantuan rehabilitasi, ada juga yang meminta penambahan tenaga pengajar.

Yang membuat Mufidah terenyuh saat Laryatul Kiat seorang guru di Maluku Tengah menceritakan motivasinya membuat PAUD di daerahnya.

"2003 terjadi banyak pelecehan seksual pada anak-anak. Karena saat orang tua mereka bekerja di lahan sawah, mreka menghabiskan waktu dengan menonton film dari VCD porno, " ucap Laryatul.

Secara bertahap ia membangun mimpinya terlebih saat melihat masih banyak siswa kelas 3 dan 5 SD di daerahnya yang masih tidak bisa membaca dengan lancar. Setelah menjalani proses yang panjang dengan bantuan berbagai pihak, PAUD impiannya berhasil berdiri di tahun 2008.

Pada Laryatul, Mufidah berharap PAUDnya bisa menjadi awal perdamaian di daerah Maluku yang rawan akan konflik sosial.
Mufidah menanam pohon eboni (Bilqis/detikcom)
"Semoga dengan PAUD ini bisa lahir generasi yang menjaga perdamaian di tanah Maluku. Pendidik bukan hanya soal bangunan tapi keikhlasan untuk terus meningkatkan kualitas demi anak-anak kita," ucap Mufidah.

Sebagian besar peserta mengalami maslaah pada pola komunikasi dalam pengajaran. Karena itu,  di pelatihan ini para guru-guru dilatih dan dibekali modul pengajaran serta alat-alat peraga yang baru.

Setelah diskusi, Mufidah menanam pohon eboni dan meninjau lokasi kebun pekarangan untuk rumah sehat. Ia tampak sibuk berbincang tentang sayur dan bumbu dapur yang ditanam di kebun tersebut.

"Ini harus terus dikembangkan agar nilai gunanya lebih banyak," imbuhnya. (mnb/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads