IDI: Dokter Andra Keadaannya Tak Stabil Sehingga Belum Dirujuk

Kisah Tragis Dokter Muda

IDI: Dokter Andra Keadaannya Tak Stabil Sehingga Belum Dirujuk

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 16:24 WIB
IDI: Dokter Andra Keadaannya Tak Stabil Sehingga Belum Dirujuk
Foto: istimewa
Jakarta - Dokter Dionisius Giri Samudra alias Andra (24) meninggal karena sakit campak hingga mengenai selaput otaknya. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zaenal Abidin menyangkal kematian itu disumbang oleh kendala transportasi yang menyulitkan Andra dirujuk ke RS yang lebih besar di Ambon.

"Keadaannya tidak stabil sehingga belum dirujuk. Itu info yang saya terima dari salah satu pengurus IDI wilayah Maluku," ujar Zaenal, Kamis (12/11/2015).

Menurut Zaenal, pemerintah daerah sejak Rabu (11/11/2015) kemarin sudah sanggup membiayai Andra. "Pemda sejak kemarin sanggup membiayai kalau mau merujuk untuk perawatan selanjutnya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, ibu Andra, Fransisca Ristansiah, membenarkan anaknya sudah sakit sejak sebelum berangkat dari Jakarta ke Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku.

"Iya sempat demam, badannya panas. Namun karena merasa tanggung jawab dengan pekerjaannya, makanya dia pergi lagi ke Aru hari Kamis," ucap Fransisca, Kamis (12/11/2015).

Menkes Nila F Moeloek juga menepis soal alasan transportasi dan sarana di rumah sakit yang kurang.

"Tadi saya ngomong RS-nya bagus, jangan dibalik. RS di Dobo itu baik, dan banyak spesialisnya. Bahkan tadi saya dilaporkan bahkan yang harusnya tipe D itu masuk ke tipe C karena banyak internshipnya (dokter magang)," urai dia. Β 

Dr Andra bertugas sebagai dokter PTT di Aru. Dia meninggal pada Rabu (11/11/2015) karena sakit campak yang diduga mengenai selaput otak.


(nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads