"Keadaannya tidak stabil sehingga belum dirujuk. Itu info yang saya terima dari salah satu pengurus IDI wilayah Maluku," ujar Zaenal, Kamis (12/11/2015).
Menurut Zaenal, pemerintah daerah sejak Rabu (11/11/2015) kemarin sudah sanggup membiayai Andra. "Pemda sejak kemarin sanggup membiayai kalau mau merujuk untuk perawatan selanjutnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya sempat demam, badannya panas. Namun karena merasa tanggung jawab dengan pekerjaannya, makanya dia pergi lagi ke Aru hari Kamis," ucap Fransisca, Kamis (12/11/2015).
Menkes Nila F Moeloek juga menepis soal alasan transportasi dan sarana di rumah sakit yang kurang.
"Tadi saya ngomong RS-nya bagus, jangan dibalik. RS di Dobo itu baik, dan banyak spesialisnya. Bahkan tadi saya dilaporkan bahkan yang harusnya tipe D itu masuk ke tipe C karena banyak internshipnya (dokter magang)," urai dia. Β
Dr Andra bertugas sebagai dokter PTT di Aru. Dia meninggal pada Rabu (11/11/2015) karena sakit campak yang diduga mengenai selaput otak.
(nwy/nrl)











































