Di APEC Nanti, Indonesia Akan Bahas Soal Sawit dan Kerja Sama Maritim

Di APEC Nanti, Indonesia Akan Bahas Soal Sawit dan Kerja Sama Maritim

Septiana Ledysia - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 14:52 WIB
Di APEC Nanti, Indonesia Akan Bahas Soal Sawit dan Kerja Sama Maritim
Ilustrasi (Foto: Jhoni Hutapea)
Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) atau Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik akan diselenggarakan di Filipina minggu depan. Apa saja yang akan dibahas Indonesia disana?

Menurut Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan Derry Aman, APEC akan diselenggarakan pada 16-19 November di Filipina. Perhelatan kerja sama anta negara Asia itu akan mengangkat tema membangun ekonomi dan dunia menjadi lebih baik.

"Indonesia akan fokus soal perkembangan barang komoditas (goods). Bagi Indonesia hal ini berdampak secara luas khususnya di sektor pertanian misal kelapa sawit. Selain itu di APEC kita akan bahas Soal kerjasama maritim," terang Derry di Kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditempat yang sama Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir mengatakan, pada APEC nanti akan dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Untuk mendampingi Wapres JK akan hadir bersama Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi.

"Ini semua penting namun karena ada hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan lain dari Presiden maka pak JK yang akan datang. JK kan ditemani menlu. Nanti akan ada pejelasan kantor Wapres namun pada intinya bahwa ini keputusan komitmen Indonesia pada pertemuan ini. Pertemuan APEC persiapannya setahun dan delegasi Indonesia selalu hadir," ujar Arrmanatha.

Arrmanatha mengatakan, dalam APEC nanti Indonesia juga akan memaparkan soal produk-produk ramah lingkungan yang dapat bebas tarif. "Untuk dorong kesejahteraan rakyat disana, perlu ada daftar produk itu yang langsung berhubungan dengan masyarakat misalnya kelapa sawit yang libatkan dua juta petani. Itu akan dorong investasi pasar dan pendapatan petani. Ini inisiatif Indonesia," tutupnya.

(spt/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads