Sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menjelaskan pihaknya akan menyiasati pengadaan fasilitas park and ride itu dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Dengan konsep tersebut, pihak MRT akan membicarakan soal park and ride dengan pemilik atau pengelola gedung sekitar stasiun. "Kita kerja sama dengan pemilik gedung-gedung yang ada di sekitar stasiun," kata Tubagus saat dihubungi, Kamis (12/11/2015).
Saat ini, Tubagus menyebut sedikitnya sudah melakukan pembicaraan dengan 20 pemilik gedung sekitar stasiun. "Kita sudah melakukan MoU (dengan 20 pemilik gedung sekitar stasiun)," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini kami tidak melihat ada desain park and ride di stasiun-stasiun MRT dan LRT," ujar Suhardi saat dihubungi, Rabu (10/11).
"Jangan sampai nanti setelah beriperasi ada problem baru. Mereka yang bawa kendaraan pribadi dari rumah kan butuh untuk meninggalkan kendaraannya," sambung dia.
Untuk diketahui, saat ini fasilitas park and ride ada di 3 titik yaitu Ragunan, Jakarta Selatan; Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur dan Terminal Kalideres, Jakarta Barat. MRT ditargetkan mulai beroperasi pada 2018 mendatang. (aws/aan)











































