Ferry Ardiyanto, pengamat burung dari Wild Rescue Center (WRC) Yogyakarta mengatakan, kehadiran ribuan kuntul di sekitar Lanud Adisutjipto lebih banyak disebabkan faktor mencari makan, bukan karena burung-burung tersebut hendak bermigrasi.
Β
"Kalau itu burung yang bermigrasi berarti berpindah tempat dari satu daerah ke daerah lain. Bisa dari negara satu ke negara lain. Burung seperti itu biasanya burung jenis raptor (pemangsa)," jelas Ferry kepada detikcom, Kamis (12/11/2015).
Burung kuntul selalu bergerombol atau berkelompok saat mencari makan, bukan soliter atau sendiri. "Mereka berpindah-pindah dalam mencari makan atau mencari tempat yang ada makanannya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sawah yang baru saja tanah diolah atau dibajak dan ada airnya adalah tempat favorit burung kuntul mencari makan. Ada kemungkinan kalau burung tersebut ada di dekat atau di sekitar tempat itu karena ada sawah yang baru saja dibajak yang terletak tidak jauh dari bandara," katanya.
Ferry menambahkan selama ini ada banyak tempat yang menjadi sarang kawanan burung tersebut seperti di kampus UGM, Dusun Kethingan, Mlati Sleman, dan beberapa daerah lain di Bantul dan sekitarnya.
"Mereka setiap hari mencari makan dan selalu berpindah-pindah tempat," pungkas dia.
Ribuan burung bangau tak diketahui asalnya tiba-tiba berada di Lanud Adisutjipto, Rabu (11/11) kemarin. Saat pesawat take off atau landing, bangau tersebut dihalau. Pagi tadi, ratusan bangau masih terlihat berada di area yang sama, tapi langsung dihalau.Β (bgs/try)











































