Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan siap mempertaruhkan jabatannya jika ada pelanggaran pilkada namun tidak ditindaklanjuti.
"Kita tidak boleh ragu menindak utuh, saya pertaruhkan jabatan saya bila ada yang melanggar tapi tidak ditindak," tegas Luhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman-teman polisi jangan ragu dan TNI tahu di mana Anda bermain dengan cantik, setiap ketentuan yang ada jangan dilanggar. Netralitas juga perlu digarisbawahi, harus ada tindak tegas. Kita harus siap sukseskan Pilkada serentak," tuturnya.
Dari 269 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahap awal, disebut Luhut ada 3 daerah yang akan berpotensi rawan karena memiliki calon tunggal. Yakni Blitar, Tasikmalaya, dan Timur Tengah Utara.
"Pelajari peraturan yang ada dengan cermat, titik rawan tahapan Pilkada kami juga antisipasi pada pasca Pilkada dengan sengketa Pilkada," ucap Luhut.
Selain itu Luhut juga meminta setiap komponen yang hadir memperhatikan sejumlah isu yang lain. Semua instansi atau unsur pemerintah diminta bergandengan tangan.
"Jangan pernah ambil risiko lihat peraturan undang-undang yang dimiliki, jangan pernah ragu disiplinkan warga negara Indonesia. Kita adalah pelaksana dari UU. Jadi apa yang ada di ketentuan dilakukan dengan benar dan arif," tambah Luhut.
(elz/erd)











































