Kasus Polisi Lakukan Pemerkosaan, Polda Metro Perketat Rekrutmen

Kasus Polisi Lakukan Pemerkosaan, Polda Metro Perketat Rekrutmen

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 12:16 WIB
Kasus Polisi Lakukan Pemerkosaan, Polda Metro Perketat Rekrutmen
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Seorang anggota Polsek Kalideres melakukan pemerkosaan di Karawaci, Tangerang. Polisi bernama Brigadir Dedi itu menggunakan modus dengan menangkap korban perempuan dan menudingnya sebagai bandar narkoba.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian bereaksi keras atas insiden ini. Dia berjanji akan mengevaluasi personel di jajarannya.

"Namanya organisasi besar, jumlahnya 32 ribu personel di Polda Metro Jaya, ada saja yang nyeleneh-nyeleneh, tentu kita akan evaluasi lagi," ungkap Tito di Gedung Ecopark, Ancol, Jakut, Kamis (12/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Tito juga berjanji akan memperketat penerimaan anggota baru di jajaran Polda Metro Jaya. Ia tak ingin kecolongan lagi dengan adanya anggota yang melakukan pelanggaran.

"Jadi (perketat) rekrutmen dan segala macam ya. Tapi yang jelas kita tidak mentolerir. Makanya kita sangat terbuka. Anggota yang salah kita proses," tuturnya.

Bagi oknum yang melakukan pemerkosaan, Brigadir Dedi Alexander, Tito sendiri sudah mengambil langkah tegas. Ia sudah memerintahkan agar anggota yang bertugas di sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polsek Kalideres tersebut dipidanakan.

"Yang melanggar seperti kasus dugaan pemerkosaan, tahan! Jadi nggak ada lagi cuma kode etik-kode etikan. Itu di luar pemecatan untuk dia. Kita proses pidana," ucap mantan Kapolda Papua tersebut.

Tak cukup hanya dengan proses pidana, pelaku pemerkosaan tersebut juga terancam dipecat dari Korps Bhayangkara. Jika terbukti melanggar, Tito tak segan-segan akan memecatnya.

"Kalau keterangan saksi-saksi dan dia juga mengakui peristiwa itu, saksi-saksi juga kuat, kita langsung akan pecat. Nggak usah menunggu proses pidana, kita langsung akan pecat dia," tegas Tito mengakhiri. (ear/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads