Markas Perompak Selat Malaka di Lereng Gunung Salak Digerebek TNI AL

Markas Perompak Selat Malaka di Lereng Gunung Salak Digerebek TNI AL

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 11:08 WIB
Markas Perompak Selat Malaka di Lereng Gunung Salak Digerebek TNI AL
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Markas perompak di Selat Malaka di lereng Gunung Salak, Subang, Jabar, digerebek petugas. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari Satuan Intelijen Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL setelah membekuk sindikat perompak di Selat Malaka pekan lalu.

"Setelah menemukan markas mereka, rupanya mereka terdesak lari ke segala arah, di antaranya ada yang ke kampungnya," ujar Panglima Komando Armada Barat (Koamarbar) Laksamana Muda TNI Achmad Taufiq R dalam jumpa pers di Ruang Yos Sudarso Koarmabar, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015). Dalam jumpa pers itu, para tersangka dipamerkan dengan mengenakan baju tahanan warna biru.

Tim Reaksi Cepat TNI AL Tangkap 5 Orang Sindikat Perompak di Selat Malaka

Penggerebekan ini bermula dari penangkapan 5 anggota sindikat di Selat Malaka. Satuan Intelijen Koarmabar kemudian berkoordinasi dengan polisi dan pemerintah setempat. Tujuh tersangka berhasil dibekuk. Salah satu tersangka mendapat timah panas di paha kirinya karena melawan.
Taufiq mengatakan sindikat ini memiliki dua kelompok besar. Salah satunya bertempat tinggal di Batam, Koamarbar sendiri berhasil mengidentifikasi kelompok besar lainnya di lereng Gunung Salak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tanggal 11 November 2015 pukul 09.00 pagi, aparat menemukan persembunyiannya di Villa Dahlia, di lereng Gunung Salak. Ditangkap 5 orang dan satu orang yang berusaha melarikan diri, sudah diberi tembakan peringatan, hingga akhirnya dilumpuhkan dan sekarang dirawat di RSAL," paparnya.

Taufiq berkeyakinan Selat Malaka akan bersih dari gangguan jika komplotan itu dibekuk habis.

"Dari situ semua berkeyakinan bahwa dengan kita kikis habis, Selat Malaka akan aman dari gangguan keamanan dan kejahatan," tutupnya.

(edo/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini