Kisah terbaru, seorang ibu rumah tangga berinisial HC (45) mengamuk saat ditilang polisi gara-gara mengendarai mobil sambil berkomunikasi melalui handphone. Ternyata, STNK maupun SIM pengendara mobil Mitsubishi Pajero warna hitam juga mati. Ia lalu mencakar dan menganiaya anggota Polantas Brigadir Rustam yang hendak menilangnya, dan selanjutnya tancap gas. Wush...!
Masih masalah tilang menilang, 'perlawanan' yang sama dilakukan sopir taksi Daniel Caesar Trianto. Taksi bernopol B 1476 UTB dihentikan 5 anggota polantas, termasuk Brigadir Iskandar yang tengah menertibkan sejumlah taksi yang berhenti di sembarang tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulah pengendara arogan lainnya juga dilakukan Yuddy. Pengendara motor Harley ini terkena razia karena masuk ke kawasan zona larangan motor di HI. Saat hendak ditilang dan motornya akan dibawa ke Mapolda lantaran tak memiliki surat-surat, Yuddy tancap gas. Akibatnya, polisi yang diboncengnya pun terjatuh.
Begini 3 kisah itu:
1. Perempuan Cakar Polisi
|
Foto: facebook Irvan Prawira
|
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Betul, ada laporan dari anggota Polantas terhadap Ibu HC atas dugaan penganiayaan ringan. Kasusnya masih kami selidiki," kata Ari saat dihubungi detikcom, Rabu (11/11/2015).
Ari menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi di depan Mal of Indonesia (MoI) Kelapa Gading, Jakarta Utara, ke arah Kelapa Gading pekan lalu. Saat itu, kata Ari, Rustam menghentikan mobil Mitsubishi Pajero warna hitam. "Anggota menyetop mobil tersebut karena pengemudi atau si ibu ini berkendara sambil berkomunikasi handphone kan itu tidak boleh menurut UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena dapat menghilangkan konsentrasi," jelas Ari.
Saat disetop, ibu itu turun dari mobil. Sambil tersenyum dan menyapa ibu tersebut, Rustam kemudian menjelaskan pelanggaran yang dilakukan si ibu pengemudi ini."Kemudian anggota memeriksa STNK mobil dan ternyata STNK-nya sudah mati," ujar mantan Kanit Jatanras Polda Metro ini.
Rustam kemudian mengeluarkan surat untuk menilang ibu tersebut. Namun ternyata si ibu ini menolak ditilang."Tetapi ibu ini tidak terima, kemudian marah-marah dan mencaci maki anggota polantas lalu mencakar wajah korban di bagian kanan dan menendang korban serta memukul korban dengan handphone di bagian belakang telinga," jelasnya.
Setelah menganiaya korban, ibu tersebut melarikan diri. Korban kemudian melapor ke Polsek Kelapa Gading setelah divisum.Setekah menerima laporan Rustam, Polsek Kelapa Gading mencoba memanggil ibu tersebut dengan menelusuri alamat rumah yang tertera di STNK kendaraannya. Namun, saat didatangi ke alamat tersebut, HC ternyata sudah pindah. Belum ada keterangan dari HC terkait alasannya mencakar Rustam.
2. Sopir Taksi Tabrak Polisi
|
Foto: Mei Amelia
|
Bukannya berhenti, Daniel melarikan diri saat hendak ditilang petugas. Melihat hal itu, Brigadir Iskandar langsung berupaya menghentikan sang sopir yang belakangan diketahui Daniel Caesar Trianto itu dengan menghadang di depan taksi.
"Petugas melihat taksi yang sedang mangkal atau berhenti di rambu larangan parkir. Melihat pelanggaran tersebut, petugas berhenti untuk melakukan penilangan terhadap taksi tersebut," jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Rabu (30/9/2015).
Namun rupanya Daniel tidak berhenti malah menabrak Iskandar. Dengan spontan, Iskandar pun langsung meloncat ke atas kap taksi tersebut.
Tetapi rupanya, setelah Iskandar 'nemplok' di atas kap taksi, sang sopir tidak juga berhenti malah memacu taksinya. Taksi tersebut melaju hingga sejauh 1 Km membawa Iskandar yang masih berada di atas kap.
Beruntung, warga yang melihat hal itu langsung menghadang taksi itu beramai-ramai. Sopir taksi lalu keluar dan dikejar warga hingga akhirnya berhasil diamankan oleh petugas lain yang mengikuti taksi dari belakang.
Selanjutnya, sopir taksi nakal ini dibawa ke Gedung Lantas Pancoran. Di situ dia diinterogasi dan akhirnya mengakui kesalahannya yang membuatnya takut kena tilang. "Yang bersangkutan ternyata tidak membawa STNK sehingga kabur karena takut ditilang," imbuhnya.
Atas perbuatannya melawan hukum itu dan membahayakan nyawa petugas itu, Daniel pun dilaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya. Sementara Brigadir Iskandar dibawa ke rumah sakit untuk perawatan karena mengalami luka. "Anggota terluka di telapak tangan kirinya dan dijahit 5 jahitan," tutupnya.
3. Pengendara Harley
|
Foto: Foto: Istimewa
|
Ia beralasan surat-surat kendaraannya tertinggal di rumahnya. Yuddy lalu meninggalkan motornya kepada anggota yang bertugas saat itu karena hendak menemui koleganya, Andi Reva Sose, di Grand Hyatt.
"Sekitar 20 menit yang bersangkutan kembali ke situ, kemudian anggota karena sudah ada arahan dari pimpinannya langsung mengatakan kepada pengemudi bahwa kendaraannya akan dibawa ke Subdit Gakkum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Karena tidak ada yang bisa membawa moge, petugas kemudian melakukan pengawalan. Namun, saat salah satu petugas hendak membonceng, Yuddy tancap gas hingga anggota polisi itu terjatuh.
Setelah sempat 'bersembunyi' selama 3 hari, Yuddy akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Dia dijerat dua pasal UU Lalu Lintas.
Halaman 2 dari 4











































