"Itu mah tergantung orang Jakarta. Gampang saja, kan itu pilihan orang," ujar Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).
"Kamu suka sama orang mana bisa diatur," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga berada di urutan ketiga dari segi disukai dengan poin 67,2 persen. Hal ini menurut Managing Director Cyrus Network Research and Consulting Eko Dafid Afianto, bukanlah faktor penentu lantaran dari sisi elektabilitas Ahok masih tak bisa diganggu gugat oleh para pesaingnya.
Survei dilakukan terhadap 1.000 warga DKI kecuali Kepulauan Seribu dari kurun waktu 27 Oktober 2015 hingga 1 November 2015. Tingkat kesalahan dalam survei tersebut disampaikan sekitar 3,1 persen.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti LIPI Syamsuddin Haris yang menyebut masyarakat saat ini lebih berpikir terbuka. Ketika seorang tokoh tidak disukai tetapi membuat kebijakan yang signifikan dan membela kepentingan umum maka bisa saja tokoh itu yang dipilih untuk maju dalam kompetisi Pilkada.
(aws/dra)










































