"Tidak ada (hubungan), saya kira ini independen, punya tekanan masing-masing," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG M Riyadi, saat dihubungi, Rabu (11/11/2015) malam.
Tak ada laporan korban jiwa baik di gempa Yogya maupun Alor. BNPB mencatat sedikitnya 650 rumah di Alor mengalami kerusakan di Alor, NTT. Tiga orang diketahui mengalami luka-luka akibat gempa.
Sementara itu belum ada informasi lebih jauh mengenai data kerusakan akibat dampak gempa Yogya. Riyadi menjelaskan getaran terasa kuat juga terasa di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo selama kira-kira 10 detik, di Kabupaten Sleman kira-kira 5-10 detik, Kabupaten Gunung Kidul selama 3-5 Kabupaten Gunung Kidul, serta terasa cukup kuat selama 5-6 detik di Yogyakarta.
Berdasarkan laporan pembaca, guncangan gempa juga dirasakan sebagian warga Kota Semarang. Meski tidak kencang, namun cukup bisa menggoyangkan benda-benda yang terletak di atas meja.
"Aku duduk di depan meja, di depanku ada gundam dan kardusnya. Kok terus tiba-tiba goyang dan getar. Di kamar ada televisi sekalian menonton acara Hitam Putih live terus Ustad Wijayanto menginfokan ternyata ada gempa pusatnya di Yogya. Kerasa cuma beberapa detik," kata Elka, warga Jalan Tirto Mulyo Mukti I, Semarang, Rabu (11/11).
(rna/ndr)











































