DetikNews
Rabu 11 November 2015, 23:13 WIB

Rapat dengan Kapolda Jatim, DPR Soroti Penuntasan Kasus Tambang di Lumajang

Ferdinan - detikNews
Rapat dengan Kapolda Jatim, DPR Soroti Penuntasan Kasus Tambang di Lumajang Lokasi Tambang di Lumajang (Foto: Muhammad Aminudin)
Jakarta - Komisi III DPR meminta Polda Jatim tetap mengusut tuntas kasus pembunuhan Salim Kancil dan aktivitas tambang pasir ilegal. Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi dan jajarannya.

"Saya meminta kapolda memeriksa pejabat seperti Bupati Lumajang dan ketua DPRD untuk dimintain keterangan. Supaya equal, agar publik biar terbuka dan rakyat tahu sejelas jelasnya. Jangan sampai ada muncul Salim Kancil-Salim Kancil berikutnya," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana, Rabu (11/11/2015) malam.

Hal ini disampaikan langsung dalam rapat bersama jajaran Polda Jatim,perwakilan Kemenkum HAM dan BNN di Mapolda Jatim. Pertemuan dengan Polda Jatim merupakan rangkaian kunjungan kerja Komisi III yang dipimpin Desmond J Mahesa.

"Karena kasus Salim Kancil menjadi perhatian, Kapolda jatim harus tegas dan terbuka untuk publik. Kami mendorong supaya di dapat keterangan yang obyektif meninggalnya Salim Kancil. Apakah ada pembiaran oleh Pemda Lumajang atau ada pungutan yang distorkan ke pejabat. Ini yang harus diusut tuntas," imbuhnya.

Menurutnya, pengungkapan adanya aktivitas tambang pasir ilegal sangat diperlukan. Penegakan hukum terhadap para pelanggar harus dilakukan.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas sigapnya Kepolisian Jatim menindaklanjuti kasus Salim Kancil dengan menetapkan puluhan orang sebagai tersangka," imbuhnya.

Rapat dengar pendapat umum di Mapolda Jatim ini dihadiri di antaranya oleh Didik Mukriyanto, Adies Kadir, Masinton Pasaribu, Arsul Sani, Dwi Rita Laufa, Herman Hery, Dossy Iskandar, Ahmad Basarah, John Kenedy Azis, Wihadi Wiyanto dan Saiful Bahri.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Jatim sudah membentuk pansus yang fokus pada penyelesaian masalah pertambangan pasir di Lumajang.

Pansus menelusuri pengawasan retribusi termasuk teknis di lapangan tambang pasir yang semua kebijakan dan perizinannya dikendalikan Pemprov.

Polda Jawa Timur sudah menetapkan 34 orang sebagai tersangka kasus pembunuhan Salim Kancil, pengeroyokan Tosan hingga penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Berkas 34 tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Lumajang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono, sebelumnya menerangkan penyidik terus bekerja menangani kasus di Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang.

Selain kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim juga menyelidiki siapa penadah pasir hasil penambangan illegal di Selok Awar-Awar.


(fdn/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed